Kutacane, Agara News,Com- Anggota DPR- RI dari Praksi Nasdem, Muslim Ayub nekat menerobas demi melihat langsung kedua Desa yang masih terisolasi dan nyaris hilang di Kecamatan Ketambe Aceh Tenggara, akibat dihantam banjir bandang beberapa waktu yang lalu, Kamis(4/12/2025).
Kedua Desa tersebut yakni Desa Simpur Jaya dan Desa Rumah Bundar dengan kondisi nyaris hilang, penuh dengan tumpukan bongkahan kayu dan material yang menyapu Kedua Desa tersebut sehingga memaksa warga korban bencana tersebut mengungsi di posko pengungsian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi dan keinginan yang ditempuh seorang Anggota Dewan Muslim Ayub dengan melalui jalan yang begitu ekstrem dan berbahaya tersebut bukanlah sekedar memberikan bantuan atau prihatin kepada korban bencana, tetapi ingin melihat kondisi mereka secara langsung dan hadir ditengah para korban bencana.
,” Saya sudah sampai ke dua Desa tersebut dan sangat sedih dan pilu melihat keadaan yang begitu parah kerusakan penuh dengan tumpukan kayu dan material tanah lumpur sehingga Desa itu nyaris hilang,” Kata Muslim Ayub dengan nada terbatas bata.
Sementara itu, saya juga langsung menyaksikan perjuangan warga dan TNI – Polri yang begitu berat dan bertaruh nyawa untuk membawa logistik kebutuhan dasar dari posko bantuan jambur Lak-Lak dengan jarak 6 kilometer dengan melewati jalan alternatif perkebunan warga begitu terjal dan curam dengan berjalan kaki dan sepeda motor, ungkap Muslim Ayub.
,” Kami sebagai Politisi Partai Nasdem bukan sekedar ikut prihatin dan belasungkawa tetapi ingin hadir langsung ditengah rakyat dalam tertimpa musibah dan ikut peduli dan membantu apa yang bisa dibantu,” kata Muslim Ayub.
Perjalanan Muslim Ayub menuju Kedua Desa tersebut didampingi Kapolres dan Wakapolres Agara, juga Danpos Ramil Ketambe, dengan berjalan kaki dengan menempuh dua jam perjalanan dari desa Jambur Lak-Lak Kecamatan Ketambe, jalan yang dilalui melewati perkebunan warga begitu terjal dan curam.
Sebelumnya diberitakan, banjir dan banjir bandang yang melanda Aceh Tenggara, merusak akses jalan, memutus sejumlah jembatan, menggerus ratusan Rumah dan menghilangkan belasan jiwa, dan memutus total akses jalan Kabupaten menuju Gayo Lues, selain itu merusak jaringan listrik dan internet di beberapa wilayah.( Sofian Selian)
































