Hujan Deras Tak Surutkan Semangat, Pentas Budaya PWI Jakarta Tetap Gemilang di Gunung Padang

LIA HAMBALI

- Redaksi

Jumat, 5 Desember 2025 - 10:38 WIB

50148 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Cianjur -4 Desember, AgaraNews.com // Hujan deras yang mengguyur kawasan Cianjur Jawa Barat sejak siang hingga malam hari memaksa panitia memindahkan lokasi pentas budaya PWI Jakarta dari area terbuka situs Gunung Padang ke Pendopo Gunung Padang. Meski demikian, seluruh rangkaian kegiatan tetap terlaksana dengan lancar dan sarat makna, menampilkan ragam seni tradisi Nusantara di tengah suasana pegunungan yang sejuk.

Pagelaran dibuka dengan alunan Sape dari grup SlarasBudaya, dimainkan oleh Ghodiel Sapeq dan Arke Nurdjatni Soedjatno. Meski dipindahkan ke pendopo, petikan instrumen tradisional Dayak itu tetap menghadirkan suasana sakral dan menjadi pembuka yang menghangatkan suasana.Penampilan dilanjutkan dengan Tari Bedhoyo Nawasena, produksi Perkumpulan Arkamaya Sukma. Disusun oleh Martini Brenda dengan musik garapan Lumbini Tri Hasto, tarian ini menampilkan eksplorasi gaya bedhoyo dan srimpi Surakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dibawakan oleh tujuh penari: Lina Agung, Ragil Endang Srimulyani, Elisabeth Kusuma Indreswari, Ipung Purwanti, Martini Brenda, Mustika Handayani, dan Tiana Poesponegoro Soeharto, tari ini mengusung pesan keutamaan hidup, keselamatan, serta harapan akan masa depan yang cerah.

Komunitas SlarasBudaya kemudian menghadirkan Tari Rejang Sari karya I Ketut Rena, tarian yang mengajarkan kebersamaan, kesetaraan, dan ketulusan. Para penari yang tampil adalah Grantyartha, Nurmadelina, Sri Utami P., Anna Diani Nari Ratih, Laras Kusumadewi, Susan Indahwati, Winedari Wiyono, Pritha Nandini, dan Arke Nurdjatni Soedjatno.

“Kegiatan ini tidak sekadar pagelaran seni, melainkan upaya merawat kebudayaan sekaligus meneguhkan jati diri bangsa,” jelas Penanggungjawab kegiatan Dar Edi Yoga, Kamis malam (4/12).

Ditegaskan, cuaca ekstrem tidak boleh menghalangi niat baik untuk menghidupkan budaya. Pagelaran ini adalah bentuk penghormatan kita terhadap sejarah dan leluhur.

“Gunung Padang memiliki nilai historis dan spiritual yang kuat. Menghadirkan seni di tempat ini adalah cara kita menguatkan kebangsaan dan merawat keberagaman Nusantara,” tambahnya.Pagelaran seni ini bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan sebuah ikrar kebangsaan. Di hadapan situs prasejarah yang telah menyaksikan ribuan tahun perjalanan manusia, para seniman meneguhkan pesan bahwa keberagaman seni, tradisi, dan spiritualitas Nusantara adalah kekuatan pemersatu.

Di Teras 4 Gunung Padang, meski akhirnya dipindahkan ke pendopo karena hujan, semangat itu tetap terjaga. Seni menjadi cahaya yang menyatukan masa lalu, kini, dan masa depan, semuanya dipersembahkan untuk Indonesia.

Semangat kebangsaan kembali dihidupkan melalui pagelaran yang sarat makna. Dalam balutan alam pegunungan yang hening dan sejuk, para seniman dari berbagai daerah berkumpul untuk mempersembahkan karya terbaik mereka bagi bangsa dan negara.

“Perpindahan lokasi tidak mengurangi antusiasme peserta. Suasana pendopo yang lebih intim justru membuat setiap gerakan tari dan alunan musik terasa lebih dekat dan mengena,” kata Ketua Panitia, Rudolf Simbolon didampingi Rosy Maharani.

Pentas budaya yang didukung Oval Advertising dan Pertamina Hulu Indonesia ini menjadi bukti bahwa pelestarian seni dan semangat kebangsaan dapat terus menyala, bahkan ketika cuaca menantang. Gunung Padang kembali menjadi ruang perjumpaan antara sejarah, seni, dan Kebhinekaan Indonesia.(Lia Hambali/Tim)

Berita Terkait

Gerak Cepat Polsek Gunung Malela : Hanya 5 Hari, Pencuri Motor Tetangga Sendiri Diringkus Tengah Malam
Tangan Terampil Ibu Persit Mengangkat Sulam Peniti Pariaman Bernilai Ekonomi
Respon Cepat Polsek Bandar Huluan Sigap Olah TKP : Pria Pengidap Gangguan Jiwa Tewas Tertabrak Kereta Api
Satu Komando Satu Tujuan, TMMD Ke-128 Sejahterakan Rakyat Ciptakan Sumber Air Bersih
Penuh Semangat Satgas TMMD Ke 128 Tahun 2026 Melaksanakan Apel Pagi dan Doa Bersama
Polres Simalungun Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-57 Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wujud Nyata Polri Humanis dan Berintegritas
Manunggal Bersama Rakyat, Satgas TMMD Ke-128 Kebut Pengerjaan RTLH Milik Ibu Ubek
Respons Cepat dan Profesional, Polsek Bosar Maligas Tuntaskan Kasus Pencurian Kabel di Kawasan Industri Sei Mangkei

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:23 WIB

Gerak Cepat Polsek Gunung Malela : Hanya 5 Hari, Pencuri Motor Tetangga Sendiri Diringkus Tengah Malam

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:16 WIB

Tangan Terampil Ibu Persit Mengangkat Sulam Peniti Pariaman Bernilai Ekonomi

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:15 WIB

Respon Cepat Polsek Bandar Huluan Sigap Olah TKP : Pria Pengidap Gangguan Jiwa Tewas Tertabrak Kereta Api

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:13 WIB

Satu Komando Satu Tujuan, TMMD Ke-128 Sejahterakan Rakyat Ciptakan Sumber Air Bersih

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:11 WIB

Penuh Semangat Satgas TMMD Ke 128 Tahun 2026 Melaksanakan Apel Pagi dan Doa Bersama

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:05 WIB

Manunggal Bersama Rakyat, Satgas TMMD Ke-128 Kebut Pengerjaan RTLH Milik Ibu Ubek

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:04 WIB

Respons Cepat dan Profesional, Polsek Bosar Maligas Tuntaskan Kasus Pencurian Kabel di Kawasan Industri Sei Mangkei

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:03 WIB

Bukti Nyata Kepedulian TNI AD, Melalui Satgas TMMD Ke 128 Tahun 2026 Dorong Pembangunan RTLH

Berita Terbaru