Catatan, AgaraNews.com // Banjir bandang yang melanda Sumatera sejak 26 November 2025 telah meninggalkan luka yang mendalam bagi masyarakat Aceh dan sekitarnya. Dengan korban jiwa yang mencapai 631 orang, 472 orang hilang, dan lebih dari 1,02 juta warga mengungsi, bencana ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana dan tanggung jawab lingkungan.
Artikel ini membahas bagaimana sistem kapitalisme yang mengedepankan keuntungan telah gagal dalam melindungi masyarakat dan lingkungan. Penulis juga menawarkan solusi dari perspektif Islam, yaitu dengan menerapkan sistem ekonomi Islam yang adil dan berkeadilan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Khalifah Umar bin Khattab menjadi contoh telaga dalam menangani bencana kekeringan di jazirah Arab, dengan membentuk tim untuk menanggulangi bencana dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Beliau juga mengirim surat kepada gubernur-gubernur di Bashrah dan Mesir, meminta bantuan untuk masyarakat yang terdampak.
Dalam sistem Islam, pemerintah memiliki peran penting dalam mencegah dan menangani bencana. Pemerintah harus membuat kebijakan yang melindungi lingkungan dan masyarakat, serta menyediakan bantuan kepada mereka yang terdampak. Masyarakat juga harus berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan menerapkan sistem ekonomi yang adil.
Penulis juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan menerapkan sistem ekonomi yang adil. Dengan demikian, kita dapat membangun masyarakat yang lebih tangguh dan berkeadilan, serta melindungi lingkungan untuk generasi mendatang.
Namun, apakah kita sudah siap untuk mengubah sistem yang telah gagal ini? Apakah kita sudah siap untuk menerapkan sistem ekonomi Islam yang adil dan berkeadilan? Ataukah kita akan terus mengedepankan keuntungan dan mengabaikan lingkungan dan masyarakat?
Penulis berharap bahwa bencana ini dapat menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peduli dengan lingkungan dan masyarakat, serta menerapkan sistem ekonomi yang adil dan berkeadilan. Dengan demikian, kita dapat membangun masyarakat yang lebih baik dan melindungi lingkungan untuk generasi mendatang.(Lia Hambali)
































