Tumpukan Gelondongan Kayu Selimuti Pesantren Darul Mukhlisin Aceh

LIA HAMBALI

- Redaksi

Rabu, 17 Desember 2025 - 16:03 WIB

50146 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Aceh Tamiang, AgaraNews. Com // Tumpukan gelondongan kayu yang terbawa banjir bandang masih memenuhi area Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Kabupaten Aceh Tamiang. Hingga kini, material kayu tersebut belum dibersihkan, menyebabkan lingkungan pesantren belum dapat difungsikan kembali secara normal.

Akibat kondisi tersebut, sebanyak 215 santri belum bisa kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar. Sejumlah bangunan dan fasilitas utama pesantren mengalami kerusakan cukup parah, mulai dari ruang belajar hingga sarana penunjang lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sejumlah bangunan dan fasilitas utama pondok pesantren rusak parah, sehingga aktivitas pendidikan terpaksa dihentikan sementara,” ujar Ahmadi, salah seorang korban banjir bandang Aceh Tamiang, Selasa (16/12/2025).

Ahmadi menjelaskan, meskipun sejumlah pejabat dari pemerintah pusat maupun daerah telah meninjau langsung lokasi terdampak, hingga saat ini proses pembersihan material banjir belum juga terealisasi.

“Kondisi ini membuat pihak pesantren dan para santri harus menunggu lebih lama untuk bisa kembali beraktivitas,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa rumahnya turut hancur diterjang banjir bandang. Hampir seluruh rumah warga di sekitar lokasi mengalami kerusakan parah, bahkan sebagian hanyut terbawa arus.

“Hampir semua rumah rusak parah, bahkan hanyut. Kami sekarang tinggal di tenda pengungsian dan sangat kesulitan mendapatkan air bersih. Kami berharap pemerintah atau relawan bisa membantu penyediaan tenda agar kami bisa kembali tinggal di lokasi rumah kami,” kata Ahmadi.

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, area pesantren masih dipenuhi potongan kayu berukuran kecil hingga gelondongan besar yang menutupi sebagian bangunan. Kondisi ini dinilai membahayakan sekaligus menghambat proses pemulihan.

Pihak pesantren berharap pemerintah segera memberikan bantuan konkret, khususnya dalam pembersihan material banjir serta perbaikan fasilitas pesantren, agar kegiatan pendidikan dapat kembali berjalan seperti semula. (Fahmi/Lia Hambali)

Berita Terkait

Babinsa Pandau Hilir Hadiri Musyawarah Kelurahan Usulan PKH Makmur di Medan Perjuangan
Babinsa Koramil 0201-16/TM Monitoring Kasus Penyerangan di Mie Gacoan Tanjung Morawa
Babinsa Koramil 0201-14/PB Laksanakan Komsos dengan Warga Binaan
Babinsa Koramil 14/PB Berikan Motivasi Anak-anak Mengaji di Desa Lubang Ido
Peletakan Batu Pertama Gereja GPI di Desa Bangun Sari, Danramil 0201-16/TM Hadiri Kegiatan
Babinsa Koramil 0201-16/TM Monitoring Pembagian BLT Dana Desa di Bangun Sari Baru
Babinsa Koramil 0201-04/MK Anjangsana Di SPBU Wilayah Binaan
Dandim 0201/Medan Bersama Koramil 07/MT Gelar Vidcom di Gedung KDKMP Laucih

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 01:05 WIB

Babinsa Pandau Hilir Hadiri Musyawarah Kelurahan Usulan PKH Makmur di Medan Perjuangan

Rabu, 6 Mei 2026 - 01:03 WIB

Babinsa Koramil 0201-16/TM Monitoring Kasus Penyerangan di Mie Gacoan Tanjung Morawa

Rabu, 6 Mei 2026 - 01:00 WIB

Babinsa Koramil 0201-14/PB Laksanakan Komsos dengan Warga Binaan

Rabu, 6 Mei 2026 - 00:57 WIB

Babinsa Koramil 14/PB Berikan Motivasi Anak-anak Mengaji di Desa Lubang Ido

Rabu, 6 Mei 2026 - 00:55 WIB

Peletakan Batu Pertama Gereja GPI di Desa Bangun Sari, Danramil 0201-16/TM Hadiri Kegiatan

Rabu, 6 Mei 2026 - 00:49 WIB

Babinsa Koramil 0201-04/MK Anjangsana Di SPBU Wilayah Binaan

Rabu, 6 Mei 2026 - 00:46 WIB

Dandim 0201/Medan Bersama Koramil 07/MT Gelar Vidcom di Gedung KDKMP Laucih

Rabu, 6 Mei 2026 - 00:43 WIB

Babinsa Kelurahan Tegal Sari Mandala.1 Komsos Bersama Tiga Pilar Di Kantor Lurah

Berita Terbaru