Fenomena Ghost Rich Bagi Anak Muda Sekarang, Menurut Pakar Ekonomi Bisa Menjadi BOM Waktu

LIA HAMBALI

- Redaksi

Selasa, 23 Desember 2025 - 19:27 WIB

50178 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Sumatera Utara, AgaraNews .com //Fenomena “Ghost Rich” kini ramai diperbincangkan. Di ruang publik, muncul generasi anak muda yang tampak seperti tidak bekerja—tanpa kantor, tanpa seragam, tanpa jam masuk—namun gaya hidupnya stabil, bahkan naik kelas, Selasa.(23/12/25)

Mereka hadir di kafe siang hari, aktif di dunia digital, dan seolah hidupnya terus berjalan tanpa struktur kerja konvensional yang selama ini dikenal masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di balik itu, pekerjaan mereka sering kali tak kasat mata. Penghasilan datang dari atensi: konten digital, afiliasi, trading, freelance global, hingga bisnis berbasis platform. Kantor berpindah ke layar ponsel, jam kerja menjadi fleksibel, dan batas antara bekerja serta hidup sehari-hari semakin kabur.

Inilah wajah baru ekonomi digital, di mana nilai tidak lagi bertumpu pada tenaga fisik, melainkan kemampuan mengelola perhatian dan peluang.

Namun, para ekonom mengingatkan sisi rapuh dari fenomena ini. Banyak penghasilan digital tidak memiliki kepastian jangka panjang, minim perlindungan sosial, dan sangat bergantung pada algoritma atau tren sesaat. Ketika pasar berubah atau atensi bergeser, sumber pendapatan bisa hilang seketika.

Inilah yang membuat sebagian pakar menyebut Ghost Rich sebagai “bom waktu” dalam struktur ekonomi kelas menengah baru.

Fenomena ini bukan sepenuhnya buruk, namun juga bukan tanpa risiko. Ia menjadi cermin perubahan zaman—tentang bagaimana definisi kerja, kaya, dan stabilitas sedang bergeser. Tantangannya kini ada pada kesiapan individu dan negara: membangun literasi finansial, perlindungan sosial, serta sistem yang mampu mengakomodasi realitas kerja baru, agar kelas menengah digital tidak tumbuh rapuh di tengah gemerlap ilusi kesejahteraan.

Disclaimer: Tulisan ini bersifat narasi jurnalistik dan reflektif, bukan penilaian terhadap individu atau kelompok tertentu. Istilah “Ghost Rich” digunakan sebagai fenomena sosial-ekonomi, bukan untuk menggeneralisasi atau meremehkan bentuk pekerjaan apa pun di era digital.(PJS/Lia Hambali)

Berita Terkait

Hitungan Jam, Satreskrim Polres Tebingtinggi Ringkus Terduga Pelaku Pembacokan Di Bengkel
Kurang Dari 24 Jam, Satreskrim Polres Tebingtinggi Berhasil Tangkap Terduga Pelaku Percobaan Curas Disertai Perbuatan Cabul
Terima Informasi Gangguan Musik Keras Dari Call Center, Polres Tebingtinggi Cek TKP
2 Terduga Pelaku Kasus Pencurian Di Seibamban, Diamankan Satreskrim Polres Sergai 
Di Dapur Muliana, Prajurit TMMD Menjadi Bagian Keluarga
Makan Bersama di Atas Ambal, TMMD Menyatukan Prajurit dan Warga
Secercah Asa Diujung Penantian Panjang, Terwujud Lewat TMMD
Penggunaan Dana Desa Bambel Gabungan 2025 Terindikasi Korupsi

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:56 WIB

Hitungan Jam, Satreskrim Polres Tebingtinggi Ringkus Terduga Pelaku Pembacokan Di Bengkel

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:52 WIB

Kurang Dari 24 Jam, Satreskrim Polres Tebingtinggi Berhasil Tangkap Terduga Pelaku Percobaan Curas Disertai Perbuatan Cabul

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:48 WIB

Terima Informasi Gangguan Musik Keras Dari Call Center, Polres Tebingtinggi Cek TKP

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:44 WIB

2 Terduga Pelaku Kasus Pencurian Di Seibamban, Diamankan Satreskrim Polres Sergai 

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00 WIB

Di Dapur Muliana, Prajurit TMMD Menjadi Bagian Keluarga

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:56 WIB

Secercah Asa Diujung Penantian Panjang, Terwujud Lewat TMMD

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:33 WIB

Penggunaan Dana Desa Bambel Gabungan 2025 Terindikasi Korupsi

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:28 WIB

BABINSA BERSAMA WARGA MELAKSANAKAN KOMSOS DIDESA DIWILAYAH TRIPA MAKMUR

Berita Terbaru

HEADLINE

Di Dapur Muliana, Prajurit TMMD Menjadi Bagian Keluarga

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00 WIB