Nias | Agaranews.com — Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Wilayah XIII Nias Augustinus Halawa, S.Pd., M.M turun langsung ke SMA Negeri 1 Gidö untuk menangani permasalahan 11 siswa pindahan yang belum terakomodir dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Kacabdis Wilayah XIII Nias membenarkan kunjungannya ke SMA Negeri 1 Gidö.
Hal tersebut disampaikannya melalui sambungan WhatsApp kepada Agaranews.com. Ia menjelaskan bahwa kehadirannya bertujuan untuk melakukan sosialisasi kepada orang tua siswa sekaligus mencari langkah strategis agar ke-11 siswa tersebut dapat kembali mengenyam pendidikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Benar, kami sudah turun langsung ke SMA Negeri 1 Gidö dalam rangka sosialisasi kepada orang tua siswa sekaligus mencari solusi agar anak-anak ini bisa segera diterima di sekolah asal atau sekolah lain yang masih memiliki kuota,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan segera mengupayakan solusi terbaik agar para siswa tersebut tidak tertinggal dalam proses belajar-mengajar. “Kami tidak ingin anak-anak ini terabaikan. Dalam waktu dekat akan kami usahakan agar mereka segera diterima di sekolah yang memungkinkan,” tambahnya.
Sementara itu, para orang tua siswa mengaku merasa lega dan senang atas langkah cepat yang diambil oleh Kacabdis Wilayah XIII Nias. Mereka menyampaikan bahwa sebelumnya telah diundang oleh Kepala SMA Negeri 1 Gidö, Kecamatan Gidö, Kabupaten Nias, untuk mendengarkan langsung solusi dan langkah yang akan ditempuh terkait masa depan pendidikan anak-anak mereka.
Namun demikian, salah seorang orang tua siswa mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak operator sekolah. Ia menilai bahwa selama ini operator sekolah menyampaikan telah berupaya maksimal mengurus data siswa pindahan hingga bolak-balik ke dinas terkait, namun kenyataannya hal tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
“Dalam pertemuan itu, Kacabdis sendiri mengaku terkejut mendengar permasalahan ini dan baru mengetahuinya setelah ramai diberitakan di media sosial,” jelas orang tua siswa tersebut.
Beberapa orang tua lainnya juga menyampaikan kekecewaan serupa. Mereka berharap agar Kacabdis Wilayah XIII Nias dapat melakukan pembinaan dan evaluasi terhadap pihak-pihak terkait, khususnya apabila permasalahan seperti ini terus berulang di kemudian hari.
(Dika)


































