Langkahan, AgaraNews.com // Dalam upaya mendukung pemulihan psikososial masyarakat terdampak bencana di desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pada Rabu 14 Januari 2026 Posko Bencana Alam Universitas Malikussaleh (PBA UNIMAL) Universitas Malikussaleh (UNIMAL) yang merupakan kolaborasi antar Lembaga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yaitu UKM KSR PMI Unit 04 UNIMAL, UKM Menwa, UKM TDC, UKM SAR, UKM PRAMUKA, UKM PA-UMPAL serta UKM Scenia Film bersama Tim TCK Kementerian Kesehatan melaksanakan kegiatan trauma healing di Posko PBA UNIMAL. Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara institusi pendidikan dan pemerintah dalam memberikan pendampingan psikologis, khususnya bagi kelompok rentan yang mengalami tekanan emosional pascabencana.
Kegiatan trauma healing ini difokuskan pada pemulihan kondisi mental dan emosional para pengungsi melalui berbagai pendekatan psikososial, seperti mewarnai, bernyanyi, serta komunikasi empatik yang melibatkan anak-anak. Dengan dukungan tenaga profesional dari Tim TCK Kementerian Kesehatan dan relawan PBA UNIMAL. kegiatan ini diharapkan mampu membantu peserta mengelola rasa cemas, takut, dan tekanan psikologis, sekaligus menumbuhkan kembali rasa aman dan semangat untuk bangkit pascabencana.
Habib Priyono, SKM., M.Si., QIA selaku praktisi psikologi menyampaikan bahwa kegiatan trauma healing memiliki peran penting dalam proses pemulihan pascabencana. Menurutnya, pendampingan psikologis sejak dini sangat dibutuhkan untuk membantu pengungsi, khususnya anak-anak, dalam mengekspresikan emosi serta mengurangi dampak stres dan trauma berkepanjangan. “Melalui pendekatan yang tepat dan suasana yang aman, pengungsi dapat perlahan memulihkan rasa percaya diri dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih adaptif,” ujarnya.
Ketua UKM SAR, Hariansyah, selaku Koordinator Lapangan PBA UNIMAL menambahkan, “Kegiatan ini kami rancang sebagai ruang aman dan ramah bagi anak-anak untuk kembali tersenyum, bermain, dan mengekspresikan perasaan mereka. Kami berharap melalui trauma healing ini, anak-anak dapat perlahan bangkit dari rasa takut dan kembali menjalani hari-hari dengan penuh semangat pascabanjir.”
Melalui kegiatan trauma healing ini, PBA UNIMAL bersama Tim TCK Kementerian Kesehatan menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat terdampak bencana, tidak hanya dalam bentuk bantuan fisik, tetapi juga pendampingan psikososial yang berkelanjutan. Sinergi lintas lembaga ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam proses pemulihan menyeluruh, sekaligus menumbuhkan harapan dan ketangguhan masyarakat untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan dengan lebih kuat ke depan.(Lia Hambali)


































