Kutacane, AgaraNews.Com- Terkait soal material base course jalan nasional di Kabupaten Aceh Tenggara, mendapat respon positif dari pihak pelaksana. Teknis pekerjaan yang sebelumnya sempat disorot, disebut sebagai mitigasi resiko kecelakaan.
“Sebagai solusi mobilitas masyarakat selama pemulihan pasca bencana, terutama dalam menjelang momentum mudik lebaran, dan sebagai mitigasi terhadap resiko kecelakaan,” kata Jaya Yuliadi, selaku PPK Jalan Nasional Wilayah 3.5 Bts. Gayo Lues-Aceh Tenggara-Kota Kutacane, Jumat (6/3/2026).
Dia mengatakan, rehab rekon jalan khususnya ruas jalan Gayo Lues-Aceh Tenggara, merupakan ruas prioritas lintas tengah di Provinsi Aceh, sehingga dibutuhkan sebagai mobilitas logistik selama pemulihan pasca bencana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, rehab rekon jalan nasional yang dikerjakan oleh PT. Hutama Karya (Persero) di ruas jalan tersebut, tidak mengesampingkan tahap-tahap penanganan pemulihan pasca bencana yang secara efektif, terukur dan terarah.
Bahwasannya, tahap rehab rekon jalan nasional pasca bencana di ruas jalan tersebut, selalu mengutamakan kualitas pekerjaan dengan mengutamakan prinsip-prinsip kepentingan masyarakat setempat.
“Semua tahap-tahap penanganan pemulihan pasca bencana mulai dari fungsional tanggap bencana maupun pembangunan rehab rekon, tidak pernah lepas dari pengawasan,” sebutnya.
Terpisah, Project Manager PT. Hutama Karya (Persero), Indradjati, menambahkan langkah percepatan perbaikan jalan nasional ruas Gayo Lues-Aceh Tenggara, adalah sebagai respon darurat yang berorientasi terhadap keselamatan publik dan kepentingan umum.
Bahwasannya tindakan yang dilakukan adalah merupakan bentuk akomodasi atas aspirasi masyarakat yang secara akseleratif dengan memanfaatkan material yang tersedia dilokasi salah satu solusi teknis agar jalan dapat difungsikan dengan baik dalam menjelang mudik lebaran.
“Memanfaatkan material yang tersedia dilokasi sebagai solusi teknis agar jalan segera dapat fungsikan dan aman dilalui,” terangnya.
Disebutkannya, fokus utama perusahaan adalah mitigasi risiko kecelakaan dan pemulihan akses, bukan semata aspek komersial. “Justru penundaan pekerjaan akan berpotensi memperbesar risiko bagi pengguna jalan,” sebutnya.
“Langkah ini juga merupakan wujud komitmen sosial perusahaan dalam menjaga kelancaran logistik dan mobilitas masyarakat, sekaligus bagian dari komitmen PT Hutama Karya, dalam menjalankan Instruksi Presiden terkait percepatan penanganan dan pemulihan infrastruktur pasca bencana di Aceh Tenggara,” cetusnya ( Sopian Selian)


































