Kutacane – agaranews.com//
Suasana tenang menjelang waktu berbuka puasa di Kabupaten Aceh Tenggara mendadak berubah menjadi kepanikan. Hujan deras yang mengguyur sejak sore hari, Jumat (20/3/2026), sekitar pukul 18.30 WIB, tiba-tiba disertai angin kencang yang berputar membentuk puting beliung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam hitungan menit, terjangan angin merusak sejumlah rumah warga. Atap beterbangan, suara gemuruh angin memecah keheningan magrib, sementara warga berlarian menyelamatkan diri di tengah hujan yang semakin deras.
“Anginnya sangat kuat, atap rumah langsung terangkat. Kami langsung keluar menyelamatkan diri,” ujar seorang warga di lokasi kejadian.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara, cuaca ekstrem mulai terasa sejak pukul 18.00 WIB. Angin datang secara tiba-tiba dan meningkat dengan cepat, memicu kepanikan warga.
Bencana ini tercatat melanda dua kecamatan, yakni:
Kecamatan Deleng Pokhkison (Desa Salang Baru)
Kecamatan Babul Makmur (Desa Lawe Mantik)
Di dua desa tersebut, sedikitnya dua unit rumah mengalami kerusakan kategori sedang akibat diterjang angin puting beliung.
Dua kepala keluarga dengan total delapan jiwa terdampak langsung dalam peristiwa ini. Warga yang rumahnya mengalami kerusakan diketahui bernama Elsina Br Siahaan dan Roni Depari.
Saat ini, para korban memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat demi keselamatan, sambil menunggu kondisi cuaca kembali stabil.
Tidak hanya merusak rumah, bencana ini juga berdampak pada jaringan listrik. Sejumlah wilayah, mulai dari Deleng Pokhkison hingga Lawe Bulan, dilaporkan mengalami pemadaman, menambah suasana mencekam di tengah malam yang masih diguyur hujan.
Merespons kejadian tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Aceh Tenggara langsung turun ke lokasi. Petugas melakukan kajian cepat, pendataan korban serta kerusakan, dan pemantauan kondisi cuaca untuk mengantisipasi kemungkinan bencana susulan.
Hingga malam hari, hujan masih turun dengan intensitas sedang. Kondisi cuaca berawan dengan suhu sekitar 26°C dan kelembapan tinggi, sehingga potensi cuaca ekstrem masih perlu diwaspadai.
BPBD mengimbau masyarakat agar tetap siaga terhadap kemungkinan angin kencang susulan, terutama saat hujan deras disertai petir.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem dapat datang tanpa tanda pasti. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan warga menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko di tengah kondisi alam yang kian tidak menentu.
(Ady)


































