Kutacane – agaranews.com// Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry menghadiri kegiatan Halal Bihalal sekaligus pelantikan pengurus Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kutacane yang berlangsung di Balai Pertemuan Hotel Sartika, Kamis (26/3/2026).
Kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat penuh silaturahmi, mempertemukan para alumni lintas generasi untuk memperkuat kebersamaan sekaligus merumuskan arah kontribusi organisasi ke depan.
KAHMI sendiri merupakan wadah berhimpun alumni Himpunan Mahasiswa Islam yang berdiri pada 17 September 1966 di Solo. Organisasi ini berperan sebagai ruang pengabdian dan kontribusi kader di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, akademisi, hingga dunia usaha.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Bupati H. M. Salim Fakhry menegaskan bahwa KAHMI memiliki peran strategis dalam menghimpun potensi intelektual guna mendukung pembangunan daerah. Hal ini dinilai sejalan dengan tema kegiatan yang menekankan revitalisasi nilai-nilai keislaman dalam memperkuat peran intelektual alumni.
“Melalui tema kegiatan hari ini, alumni diharapkan berintegritas, berkontribusi nyata, serta bersinergi aktif dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh alumni untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi mampu menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat. Kepengurusan baru diharapkan dapat membangun kolaborasi yang solid dengan pemerintah daerah serta menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah unsur Forkopimda, mantan Bupati Aceh Tenggara periode 1991–2001 Syahbudin BP, Anggota DPR Aceh Dapil VIII Yahdi Hasan, Rektor Universitas Gunung Leuser Indra Utama, serta tokoh masyarakat.
Sementara itu, Koordinator Presidium MD KAHMI Aceh Tenggara, Ramadhansyah menyampaikan bahwa langkah awal kepengurusan adalah menggelar rapat kerja untuk merumuskan program strategis organisasi.
“Rapat kerja menjadi langkah awal memperkuat peran KAHMI dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, fokus utama program akan diarahkan pada bidang keagamaan dan pendidikan sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui langkah tersebut, KAHMI diharapkan mampu memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi kemajuan Aceh Tenggara. Ady


































