KUTACANE — agaranews.com// Suasana kebersamaan dan semangat baru tampak menyelimuti lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Tenggara pasca perayaan Idul Fitri 1447 H. Seluruh jajaran staf dan karyawan(i) turun langsung mengikuti kegiatan gotong royong massal yang digelar pada Rabu (1/4/2026), sebagai langkah nyata menciptakan lingkungan kerja yang ASRI (Aman, Sejuk, Resik, dan Indah).
Sejak pagi hari, halaman kantor DLH sudah dipenuhi aktivitas para pegawai. Dengan mengenakan pakaian kerja sederhana, mereka terlihat kompak membawa peralatan kebersihan seperti sapu, cangkul, parang, hingga alat pemotong rumput. Tidak ada sekat jabatan, semua larut dalam satu tujuan: membenahi lingkungan agar lebih bersih, tertata, dan nyaman.
Area halaman kantor yang sebelumnya dipenuhi dedaunan kering mulai dibersihkan. Taman-taman yang tampak kurang terawat kembali dirapikan, rumput liar dipangkas, dan saluran drainase diperiksa untuk memastikan tidak ada sumbatan yang dapat memicu genangan air. Bahkan, beberapa sudut kantor yang jarang tersentuh turut dibersihkan secara menyeluruh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Tenggara, Ahmad Yani, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, dimulai dari tempat kerja sendiri.
“Pasca Idul Fitri adalah momen yang tepat untuk memulai kembali aktivitas dengan semangat baru. Kita ingin lingkungan kantor ini benar-benar menjadi contoh yang baik—bersih, rapi, dan nyaman. Dari sini, semangat menjaga lingkungan bisa kita tularkan ke masyarakat luas,” ujarnya.
Menurutnya, konsep ASRI yang digaungkan DLH bukan hanya slogan, melainkan prinsip kerja yang harus diwujudkan dalam keseharian. Lingkungan yang aman, sejuk, bersih, dan indah diyakini mampu memberikan dampak positif terhadap kinerja pegawai serta kualitas pelayanan publik.
Lebih lanjut, Ahmad Yani menegaskan bahwa budaya gotong royong harus terus dilestarikan, terlebih di tengah tantangan modernisasi yang cenderung membuat masyarakat semakin individualistis.
“Gotong royong adalah jati diri kita. Kegiatan seperti ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga mempererat kebersamaan, menumbuhkan rasa memiliki, dan tanggung jawab terhadap lingkungan,” tambahnya.
Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antarpegawai setelah libur panjang. Canda dan tawa terlihat menghiasi suasana kerja bakti, menciptakan keakraban yang semakin memperkuat soliditas internal.
Tidak hanya berfokus pada kebersihan fisik, DLH Aceh Tenggara juga berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat terkait pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. Melalui kegiatan sederhana seperti gotong royong ini, diharapkan dapat menjadi contoh konkret yang menginspirasi masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga kebersihan di lingkungannya masing-masing.
Ke depan, DLH berencana menjadikan kegiatan gotong royong sebagai agenda rutin, baik di lingkungan kantor maupun di berbagai titik di wilayah Aceh Tenggara, dengan melibatkan partisipasi masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam kegiatan ini, DLH Aceh Tenggara optimistis mampu mewujudkan lingkungan yang lebih sehat, nyaman, dan berkelanjutan, sejalan dengan harapan untuk menjadikan Aceh Tenggara sebagai daerah yang bersih dan asri.
(Ady)

































