Pakpak Bharat Tempat Cari Cuan, Hasilnya Di Bawa Keluar

LIA HAMBALI

- Redaksi

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:57 WIB

5031 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Pakpak Bharat, Agara News.com // Kabupaten Pakpak Bharat adalah kabupaten baru mekar. Tujuan para pendiri dulunya supaya Masyarakat Pakpak Bharat dapat maju secara financial maupun Pembangunan Infrastuktur cepat teratasi demi memajukan sendi-sendi pertanian, agar masyarakatnya dapat maju seperti daerah lainnya. Kemudian, pertambahan penduduk melalui ASN yang di tugaskan di Kabupaten Pakpak Bharat, bila semua ASN yang di tugaskan ke Pakpak Bharat tinggal di Pakpak Bharat, tentu sirkulasi ekonomi lancar dan masyarakat tentu makin makmur, seperti warung nasi, penjual sayuran, Sembilan bahan pokok (sembako) dan lain sebagainya pasti lakunya lancar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tapi dibalik itu, tentu kita merasa miris! Sesuai pantauan kita setiap harinya, bahwa ASN yang di tugaskan di Kabupaten Pakpak Bharat lebih banyak bertempat tinggal di luar Pakpak Bharat. Sudah barang tentu pasti kontribusinya ke Pakpak Bharat sangat minim, sebagai contoh misalnya: mereka berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari pasti di tempat tinggal mereka ( di luar Pakpak Bharat ), padahal Gaji mereka dari APBD Kabupaten Pakpak Bharat, artinya uang yang di peroleh dari masyarakat Pakpak Bharat melalui pajak di bawa mereka keluar dari Pakpak Bharat. Dalam hal ini, tentu masyarakat Pakpak Bharat penuh pertanyaan: apakah Pemerintah Kabupaten ( Pemkab ) Pakpak Bharat tidak pernah memikirkan dampak terhadap banyaknya ASN Pemkab Pakpak tinggal di luar Pakpak Bharat..??

Kemudian sebagai contoh, awak media pernah mewawancarai seorang Pengusaha Rumah makan di kota Salak.

Pertanyaan awak media: kenapa usaha Bapak tutup mulai dari hari Sabtu hingga Minggu? Lalu Beliau menjelaskan begini: kalau dari hari Sabtu dan Minggu kita tutup/tidak berjualan, karna ASN tidak masuk kantor, karna Mereka lebih banyak tinggal di luar Pakpak Bharat, jadi lebih baik kita tutup dari pada jualan kita tidak laku/tidak ada pembeli, tuturnya.

Selanjutnya lagi, awak media ini juga pernah mewawancarai beberapa pedagang sayur di pasar tradisional Salak.

Awak media: ibu sebagai pedagang sayur, seberapa banyak pembeli ibu dari kalangan ASN Pakpak Barat?

Pedagang Sayur: kalau pembeli dari ASN pak, berapa orang lah, coba kita lihat, ASN jauh lebih banyak tinggal di luar pakpak bharat, jadi kalau pun mereka datang kerja ke Pakpak Bharat, untuk makan siang pasti mereka bawa bontot/tempat nasi dari rumah masing-masing, itu wajar demi menghemat biaya, coba misalnya mereka tinggal di Pakpak Bharat mereka pasti belanja di Pakpak Bharat, jadi kami sebagai pedagang pasti laku barang dagangan kami, ini tida, begitu mereka gajian uangnya di pergunakan di tempat mereka, pungkasnya.

Jadi kita berharap, agar Pemerintah harus memikirkan kemajuan Ekonomi Pakpak Bharat Rakyat melalui pedagang kecil dengan cara ASN harus bertempat tinggal di Pakpak Bharat, dan tentu pasti berdampak positif bagi sirkulasi berputarnya uang di Pakpak Bharat. Jangan Ambil Uangnya di Pakpak Bharat, tapi di bawa keluar Pakpak Bharat! Semoga Pemkab Pakpak Bharat memperhatikan dan mengambil langkah konkrit polemik ini, demi menciptakan Nduma Pakpak Bharat. ( JB )

—-010526—-

Berita Terkait

May Day 2026 di Salak Tetap Kondusif, Patroli Gabungan TNI-Polri Sisir Titik Rawan Sejak Pagi
Antisipasi Kerawanan saat May Day, Koramil 06/Kerajaan Bersama Polsek Sukarame Sisir Titik Vital di Wilayah Kecamatan Kerajaan
Cegah Gesekan Sosial, Babinsa Koramil 03/Parongil Perkuat Sinergi dengan Tokoh Masyarakat
Sukseskan TMMD Reg ke-128 Kodim/0725 Sragen Bakorlap Pendim Turun Gunung
Patroli Tangguh Kodim 0728/Wonogiri Dalam Menjaga KondusifitasWilayah
Dari Peniti Menjadi Prestasi: Ketelatenan Ny. Arnengsih Hanafis Menghidupkan Sulam Peniti Pariaman
Penuh Semangat, Satgas TMMD Ke-128 Tahun 2026 Bersama Warga Renovasi Rumah Tidak Layak Huni Milik Ibu Leni Marlina
Gotong Royong Bersama Membangun Nagari, Satgas TMMD Ke-128 Tahun 2026 Kebut Pembangunan RTLH Milik Ibuk Kamar

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:22 WIB

May Day 2026 di Salak Tetap Kondusif, Patroli Gabungan TNI-Polri Sisir Titik Rawan Sejak Pagi

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:17 WIB

Antisipasi Kerawanan saat May Day, Koramil 06/Kerajaan Bersama Polsek Sukarame Sisir Titik Vital di Wilayah Kecamatan Kerajaan

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:14 WIB

Cegah Gesekan Sosial, Babinsa Koramil 03/Parongil Perkuat Sinergi dengan Tokoh Masyarakat

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:10 WIB

Sukseskan TMMD Reg ke-128 Kodim/0725 Sragen Bakorlap Pendim Turun Gunung

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:06 WIB

Patroli Tangguh Kodim 0728/Wonogiri Dalam Menjaga KondusifitasWilayah

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:02 WIB

Penuh Semangat, Satgas TMMD Ke-128 Tahun 2026 Bersama Warga Renovasi Rumah Tidak Layak Huni Milik Ibu Leni Marlina

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:58 WIB

Gotong Royong Bersama Membangun Nagari, Satgas TMMD Ke-128 Tahun 2026 Kebut Pembangunan RTLH Milik Ibuk Kamar

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:55 WIB

Dalam Rangka Mendukung Program TMMD Ke 128, Satgas TMMD Ke 128 Melaksanakan Penanaman Bibit Jagung Bersama Masyarakat

Berita Terbaru