TNI/Polri Diduga Beking Tambang Ilegal, Negara Tidak Boleh Kalah oleh Mafia PETI

LIA HAMBALI

- Redaksi

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:54 WIB

5042 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Mandailing Natal, AgaraNews.com // Bendahara SATMA AMPI Mandailing Natal, Muhammad Saleh, mengecam keras dugaan keterlibatan oknum aparat dalam praktik tambang emas ilegal (PETI) yang semakin brutal dan tak terkendali di wilayah Mandailing Natal.

Berdasarkan informasi dan laporan yang berkembang di masyarakat, praktik PETI dengan menggunakan alat berat telah menghancurkan ekosistem sungai serta merusak kawasan hutan secara masif, khususnya di wilayah Lingga Bayu, Siabu, Batang Natal, hingga Kotanopan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih memprihatinkan, muncul dugaan kuat bahwa aktivitas ilegal ini tidak berdiri sendiri, melainkan mendapat “perlindungan” dari oknum aparat, baik dari institusi TNI maupun Polri. Dugaan adanya pembagian wilayah beking tambang semakin mempertegas bahwa praktik ini telah terorganisir dan sistematis.

“Kami menilai ini bukan lagi sekadar pelanggaran hukum biasa, tetapi sudah masuk kategori kejahatan lingkungan yang diduga dilindungi oleh kekuatan oknum aparat. Ini penghinaan terhadap negara dan pengkhianatan terhadap rakyat,” tegas Muhammad Saleh.

SATMA AMPI Madina juga menyoroti bahwa penindakan yang selama ini dilakukan terkesan setengah hati. Oknum yang diduga terlibat hanya dipindahkan tanpa proses hukum yang transparan, sehingga tidak menimbulkan efek jera.

“Kami tidak butuh sekadar mutasi. Kami butuh penegakan hukum yang tegas dan terbuka. Siapapun yang terlibat harus diproses, tanpa pandang bulu,” lanjutnya.

Atas dasar itu, SATMA AMPI Mandailing Natal menyampaikan tuntutan tegas:

1.Mendesak Mabes Polri untuk turun langsung mengusut dugaan keterlibatan oknum kepolisian dalam praktik PETI di Madina.

2.Meminta Denpom dan Pangdam I/Bukit Barisan melakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan keterlibatan oknum TNI.

3.Menuntut penutupan total aktivitas tambang ilegal menggunakan alat berat di seluruh wilayah Mandailing Natal.

4 Mendesak penegakan hukum terhadap para pemodal (bohir) dan mafia tambang yang selama ini diduga kebal hukum.

5.Meminta perlindungan terhadap wartawan dan masyarakat yang berani mengungkap praktik ilegal ini.

“Kami ingatkan, jika aparat negara justru menjadi pelindung kejahatan, maka kepercayaan publik akan runtuh. Negara tidak boleh kalah oleh mafia tambang. Jika ini terus dibiarkan, kami akan membawa persoalan ini ke tingkat nasional dan melakukan aksi terbuka,” tutup Muhammad Saleh.(Lia Hambali/ Magrifatulloh)

Berita Terkait

TMMD 128 Hadirkan Dampak Sosial: Rumah Warga Jadi Ruang Kebersamaan
Dapur yang Mendadak Sibuk: Rezeki Nomplok di Balik TMMD 128
TMMD 128 Datang Bawa Rezeki, Dapur Ibu Siti Hajar Tak Pernah Sepi
Rezeki Nomplok di Balik Seragam Loreng: Kisah Dapur Ibu Siti Hajar di TMMD 128
TMMD 128: Saat Rumah Warga Menjadi Titik Temu Negara dan Kehidupan Sehari-hari
TMMD 128 Langkat,Satgas Genjot Pembangunan Infrastruktur, Perkuat Akses dan Wujudkan Kesejahteraan Warga
Pembangunan Jembatan TMMD Hampir Rampung, Konektivitas Warga Pasar Rawa Akan Terwujud
TMMD 128 Bangun MCK di Pasar Rawa, Upaya Dorong Sanitasi Layak di Desa

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:17 WIB

TMMD 128 Hadirkan Dampak Sosial: Rumah Warga Jadi Ruang Kebersamaan

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:13 WIB

Dapur yang Mendadak Sibuk: Rezeki Nomplok di Balik TMMD 128

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:09 WIB

TMMD 128 Datang Bawa Rezeki, Dapur Ibu Siti Hajar Tak Pernah Sepi

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:56 WIB

Rezeki Nomplok di Balik Seragam Loreng: Kisah Dapur Ibu Siti Hajar di TMMD 128

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:50 WIB

TMMD 128: Saat Rumah Warga Menjadi Titik Temu Negara dan Kehidupan Sehari-hari

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:44 WIB

Pembangunan Jembatan TMMD Hampir Rampung, Konektivitas Warga Pasar Rawa Akan Terwujud

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:41 WIB

TMMD 128 Bangun MCK di Pasar Rawa, Upaya Dorong Sanitasi Layak di Desa

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:38 WIB

30 Hari Mengubah Desa: TMMD 128 Dikebut, Pasar Rawa Dipacu Berlari

Berita Terbaru

HEADLINE

Dapur yang Mendadak Sibuk: Rezeki Nomplok di Balik TMMD 128

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:13 WIB