Nias.Agaranews.net // Salah satu keluarga yang sudah disatukan oleh maha kuasa kurang lebih lima belas tahun lamanya, hidup dalam sebuah dilema dan penuh tantangan selama terbentuknya rumah tangga mereka. Sabtu, 22/08/2026.
Keluarga Aliasa Waruwu, Metisari Zai (istri) tidak memiliki anak. Mereka bertempat tinggal di Desa Lasara Siwalubanua, Kecamatan Ma’u, Kabupaten Nias, menceritakan kisah hidup mereka ke awak media ini, dengan penuh haru, dan kesedihan yang cukup memprihatinkan. Selama hidup di dalam bahtera dan rumah ukuran 3×4 Meter, selama kurang lebih lima belas tahun.
Aliasa, menyampaikan selama ini, baru merasa nyaman berteduh di sa,at musim kemarau tiba, dikarenakan atap dan dinding dipenuhi fantilasi atau seluruhnya belubang yang cukup tidak bisa ditutup. “Jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ironisnya selama beberapa tahun, kami tidak pernah mendapatkan bantuan sosial, seperti KKS, PKH, Bansos, dan bantuan lainnya. Kiranya lewat pemberitaan media ini nantinya ada niat baik dan rasa kasih dari Pemerintah Daerah dan pusat. Untuk membantu rumah kami menjadi layak huni. “Pintanya.
Pekerjaan Aliasa Waruwu bersama istri, keseharian mereka untuk mencari nafkah adalah pekerjaan serabutan, kadang ada kadang kosong tergantung permintaan yang ada lahan untuk dibabat atau pekerjaan lain, yang penting halal. ” Tandasnya.
Penghasilan kami tidak menentu bang (kepada media) tergantung rejeki namun perkiraan kami, dibawah 500.000 perbulan.
Kades Lasara Siwalubanua Yanuari Waruwu, sa,at media ini mengkonfirmasi melalui via WhatsApp, membenarkan bahwa itu adalah warganya, dijelaskannya bahwa untuk bantuan dari dana desa untuk rumah layak huni tahun ini tidak bisa kita membantu karena anggaran terbatas.
Namun kepala Desa Lasara Siwalubanua, mendukung dan ikut serta meminta serta memohon kepada pemerintah daerah dan pusat, kiranya permohonan keluarga ini dapat diterima dan di ajukan oleh pihak-pihak terkait.(Dika)









