Berteduh di Rumah 3X4 Meter, Selama Hampir 15 Tahun, Berharap Ada Rasa Kasih Dari Pemerintah

HIDAYAT DESKY

- Redaksi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 03:36 WIB

50291 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nias.Agaranews.net // Salah satu keluarga yang sudah disatukan oleh maha kuasa kurang lebih lima belas tahun lamanya, hidup dalam sebuah dilema dan penuh tantangan selama terbentuknya rumah tangga mereka. Sabtu, 22/08/2026.

Keluarga Aliasa Waruwu, Metisari Zai (istri) tidak memiliki anak. Mereka bertempat tinggal di Desa Lasara Siwalubanua, Kecamatan Ma’u, Kabupaten Nias, menceritakan kisah hidup mereka ke awak media ini, dengan penuh haru, dan kesedihan yang cukup memprihatinkan. Selama hidup di dalam bahtera dan rumah ukuran 3×4 Meter, selama kurang lebih lima belas tahun.

Aliasa, menyampaikan selama ini, baru merasa nyaman berteduh di sa,at musim kemarau tiba, dikarenakan atap dan dinding dipenuhi fantilasi atau seluruhnya belubang yang cukup tidak bisa ditutup. “Jelasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya selama beberapa tahun, kami tidak pernah mendapatkan bantuan sosial, seperti KKS, PKH, Bansos, dan bantuan lainnya. Kiranya lewat pemberitaan media ini nantinya ada niat baik dan rasa kasih dari Pemerintah Daerah dan pusat. Untuk membantu rumah kami menjadi layak huni. “Pintanya.

Pekerjaan Aliasa Waruwu bersama istri, keseharian mereka untuk mencari nafkah adalah pekerjaan serabutan, kadang ada kadang kosong tergantung permintaan yang ada lahan untuk dibabat atau pekerjaan lain, yang penting halal. ” Tandasnya.

Penghasilan kami tidak menentu bang (kepada media) tergantung rejeki namun perkiraan kami, dibawah 500.000 perbulan.

Kades Lasara Siwalubanua Yanuari Waruwu, sa,at media ini mengkonfirmasi melalui via WhatsApp, membenarkan bahwa itu adalah warganya, dijelaskannya bahwa untuk bantuan dari dana desa untuk rumah layak huni tahun ini tidak bisa kita membantu karena anggaran terbatas.

Namun kepala Desa Lasara Siwalubanua, mendukung dan ikut serta meminta serta memohon kepada pemerintah daerah dan pusat, kiranya permohonan keluarga ini dapat diterima dan di ajukan oleh pihak-pihak terkait.(Dika)

Berita Terkait

Demi Memudahkan Petani, TNI dan Warga Hutarakyat Bersihkan Lokasi Jembatan Beton Garuda
Babinsa dan Bhabinkamtibmas Pantau Ibadah Minggu di HKBP Parongil
Babinsa Koramil 04/Tigalingga Ikuti Ibadah Minggu, Sekaligus Monitoring Wilayah Binaan
TNI Hadir Bersama Rakyat, Babinsa 06/Kerajaan Monitoring Kegiatan Ibadah di GKPPD Kerajaan
Bersama Warga di Kedai, Babinsa Salak Perkuat Komsos dan Cegah Karhutla
Wapres Gibran Terkejut,…!!! Warga Pancur Batu Mengadu : Korban Pencurian Malah Jadi Tersangka, Tiga Keluarga Disebut Masuk DPO
Polri Perkuat Operasi SAR KM Virgo Transport 8, Tiga Kapal Polisi Diberangkatkan
Pastikan Ibadah Minggu Aman, Personel Polres Tebing Tinggi Laksanakan Pengamanan Gereja

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 15:53 WIB

Demi Memudahkan Petani, TNI dan Warga Hutarakyat Bersihkan Lokasi Jembatan Beton Garuda

Minggu, 13 September 2026 - 15:49 WIB

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Pantau Ibadah Minggu di HKBP Parongil

Minggu, 13 September 2026 - 15:46 WIB

Babinsa Koramil 04/Tigalingga Ikuti Ibadah Minggu, Sekaligus Monitoring Wilayah Binaan

Minggu, 13 September 2026 - 15:43 WIB

TNI Hadir Bersama Rakyat, Babinsa 06/Kerajaan Monitoring Kegiatan Ibadah di GKPPD Kerajaan

Minggu, 13 September 2026 - 15:19 WIB

Wapres Gibran Terkejut,…!!! Warga Pancur Batu Mengadu : Korban Pencurian Malah Jadi Tersangka, Tiga Keluarga Disebut Masuk DPO

Minggu, 13 September 2026 - 15:11 WIB

Polri Perkuat Operasi SAR KM Virgo Transport 8, Tiga Kapal Polisi Diberangkatkan

Minggu, 13 September 2026 - 15:02 WIB

Pastikan Ibadah Minggu Aman, Personel Polres Tebing Tinggi Laksanakan Pengamanan Gereja

Minggu, 13 September 2026 - 14:57 WIB

Air Bersih Datang, Harapan Warga Bengle Kembali Menyala

Berita Terbaru