KUTACANE,agaranews.com
Sabtu 12 Juli 2025 —
Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian sebagai pilar utama ketahanan pangan. Bupati Aceh Tenggara, H.M. Salim Fakhry, secara simbolis menyerahkan bantuan benih padi unggul kepada kelompok tani di wilayah tersebut. Bantuan yang bersumber dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia ini diperuntukkan bagi 157 kelompok tani (Poktan) yang tersebar di 14 kecamatan, mencakup luas lahan sekitar 5.000 hektare.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan penyerahan secara simbolis dipusatkan di Desa Kute Seri, Kecamatan Bambel, Sabtu (12/7). Turut hadir dalam acara tersebut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), antara lain Dandim 0108/Agara Letkol Inf Arya Murdiyantoro selaku Ketua Satgas Swasembada Pangan, Wakapolres Kompol Yasir, perwakilan dari Pengadilan Negeri Agara Ade Yusuf, Sekretaris Daerah Yusrizal, serta Kepala Dinas Pertanian Aceh Tenggara, Riskan. Juga hadir para camat, danramil, pengulu kute, penyuluh pertanian lapangan (PPL), para ketua kelompok tani, dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Salim Fakhry menekankan pentingnya memanfaatkan bantuan ini secara maksimal. Ia mengingatkan bahwa bantuan benih tersebut bukanlah sesuatu yang mudah untuk diperoleh, mengingat prosedur dan persyaratan ketat yang diberlakukan oleh pemerintah pusat.
> “Alhamdulillah, Aceh Tenggara menjadi daerah pertama di Provinsi Aceh yang memperoleh bantuan benih padi langsung dari Kementerian Pertanian RI. Ini bukan capaian biasa, dan tentu harus kita syukuri bersama. Saya harap para petani bisa memanfaatkannya sebaik mungkin untuk mendongkrak produksi pangan kita,” ujar Bupati Fakhry.
Beliau juga menegaskan bahwa varietas benih yang disalurkan adalah Inpari 23, jenis benih padi hibrida yang terbukti unggul dan cocok untuk kondisi geografis Aceh Tenggara. Ia mengungkapkan, selama hampir satu dekade menjabat sebagai anggota DPR RI, dirinya sudah memperjuangkan penyaluran benih ini dalam skala terbatas, dan kini sebagai bupati bisa mendatangkannya dalam jumlah besar bagi para petani di daerah.
Lebih lanjut, Bupati Salim Fakhry menginstruksikan seluruh pihak terkait untuk memastikan distribusi bantuan ini berjalan secara transparan dan tepat sasaran. Ia menegaskan tidak akan mentolerir segala bentuk penyimpangan, dan meminta tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang mencoba menyelewengkan bantuan.
> “Kami tidak ingin niat baik ini dikotori oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Apabila ditemukan upaya penyelewengan, maka tindak tegas harus segera dilakukan,” ujarnya dengan tegas.
Senada dengan itu, Dandim 0108/Agara Letkol Arya Murdiyantoro menyatakan apresiasinya terhadap upaya Bupati Salim Fakhry yang dinilainya sangat peduli terhadap nasib petani. Ia menyatakan bahwa pihak TNI akan aktif mengawal proses distribusi melalui keterlibatan langsung para Babinsa di lapangan, guna menghindari potensi penyimpangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Aceh Tenggara, Riskan, dalam laporannya mengungkapkan bahwa bantuan benih padi ini merupakan hasil dari komunikasi langsung Bupati Salim Fakhry dengan Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Amran Sulaiman, M.P., dalam kunjungan kerja beberapa waktu lalu.
> “Alhamdulillah, upaya dan kegigihan beliau langsung mendapat respon dari Kementan. Ini adalah bukti nyata bahwa komitmen pemerintah daerah terhadap petani bukan hanya slogan, tetapi gerakan yang konkret,” ujar Riskan.
Dukungan masyarakat juga mengalir. Salah satu petani penerima bantuan, Cerek, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada Bupati Salim Fakhry. Ia menilai kepedulian bupati terhadap petani tidak surut meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Semoga beliau selalu diberi kesehatan dan kekuatan untuk terus membangun Aceh Tenggara,” ujarnya dengan haru.
Langkah Strategis Menuju Swasembada
Program ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Selain mendongkrak produktivitas pertanian, penyaluran benih unggul ini diharapkan mampu menekan ketergantungan pada benih komersial, meningkatkan efisiensi produksi, serta memperkuat peran kelompok tani dalam sistem pertanian terpadu.
Dengan semangat kebersamaan dan pengawalan lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara optimistis bahwa musim tanam mendatang akan menghasilkan panen yang melimpah. Langkah ini juga sejalan dengan upaya nasional dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kedaulatan pertanian berbasis daerah.
Ady Gegoyong