Kutacane – agaranews.com
Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, SE., MM., mengajak seluruh elemen masyarakat serta jajaran pemerintahan untuk bersatu melakukan perubahan dan perbaikan menyeluruh di berbagai sektor kehidupan demi kemajuan Kabupaten Aceh Tenggara. Ajakan ini disampaikannya sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun Bumi Sepakat Segenep Tanoh Alas Metuah yang lebih tertib, maju, dan bermartabat.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis akhir pekan ini, Bupati menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa dilakukan secara sepihak oleh pemerintah daerah saja, melainkan harus melibatkan seluruh elemen strategis, mulai dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para camat, kepala desa (pengulu), tokoh masyarakat, hingga generasi muda dan lapisan warga paling bawah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
> “Saya mengajak semua pihak – Forkopimda, para camat, kepala desa, dan seluruh masyarakat – untuk sama-sama bergerak, bahu-membahu melakukan perbaikan. Tidak ada pembangunan yang berhasil tanpa kekompakan dan partisipasi dari semua unsur,” ujar Bupati.
Menurutnya, berbagai kritik dan masukan dari masyarakat merupakan bagian penting dari proses perbaikan. Ia menyatakan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap kritik yang bersifat membangun, karena hal itu menjadi cermin untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan serta tata kelola pemerintahan.
> “Kritik yang membangun kami terima dengan lapang dada. Itu adalah wujud kepedulian masyarakat terhadap daerahnya. Mari kita jadikan kritik sebagai bahan bakar semangat untuk memperbaiki diri dan memperkuat sinergi,” tambahnya.
Bupati Salim Fakhry juga menekankan pentingnya peran para camat sebagai garda terdepan pemerintah kabupaten di tingkat kecamatan, serta kepala desa sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat desa. Ia meminta agar kedua unsur ini tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga aktif melakukan pembinaan, pengawasan, dan inovasi untuk memajukan wilayahnya masing-masing.
> “Saya minta para camat dan kepala desa tidak hanya menjadi pelaksana program, tetapi juga menjadi penggerak perubahan di lapangan. Kinerja pemerintahan kita akan terlihat dari cara kita melayani masyarakat. Jika kita kompak dan sejalan, insyaAllah hasilnya akan terlihat nyata,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa perubahan tidak bisa dicapai dalam waktu singkat, namun melalui proses bertahap yang konsisten dan berkelanjutan. Ia mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk bekerja dengan hati dan penuh dedikasi, serta mengutamakan kepentingan rakyat dalam setiap kebijakan dan tindakan.
> “Kami hakul yakin, kalau kita semua kompak dan memiliki tujuan yang sama, perbaikan akan segera terasa. Tidak perlu menunggu sempurna, yang penting ada kemauan untuk terus memperbaiki. Insya Allah, perlahan-lahan tapi pasti, Aceh Tenggara akan menjadi daerah yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.
Ajakan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara membuka ruang seluas-luasnya untuk kolaborasi dan partisipasi aktif dari semua pihak dalam mendukung agenda pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

































