Kutacane,agaranews.com
Sebanyak 79 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Aceh Tenggara resmi dikukuhkan oleh Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, S.E., M.M. dalam sebuah upacara khidmat yang digelar di Lapangan Jenderal A. Yani, Jalan Cut Nyak Dhien, Kecamatan Babussalam, Sabtu (16/08/2025).
Upacara pengukuhan tersebut menjadi momen penting dalam rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, di mana para anggota Paskibraka yang telah menjalani proses seleksi dan pelatihan intensif akan bertugas mengibarkan dan menurunkan Sang Saka Merah Putih pada tanggal 17 Agustus 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bertindak sebagai pemimpin upacara adalah Alif Rizki, pelajar dari SMAN 1 Kutacane. Adapun perwakilan pemasangan kendit dan amolet adalah Angga Bertus Sijabat dari SMA Swasta Panti Harapan, serta Husna Putri dari SMKN 1 Kutacane.
Pengukuhan dimulai dengan pembacaan doa dan dilanjutkan dengan pemasangan kendit secara simbolis kepada para peserta sebagai tanda resmi mereka menjadi bagian dari Paskibraka Kabupaten Aceh Tenggara tahun ini. Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para orang tua dan pelatih yang mendampingi para anggota Paskibraka.
Dalam amanatnya, Bupati H. M. Salim Fakhry menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas dedikasi serta semangat para anggota Paskibraka yang telah melalui seleksi ketat dan menjalani pelatihan fisik serta mental secara disiplin dan konsisten.
> “Dengan memohon ridho Allah SWT, saya mengukuhkan kalian sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka yang akan bertugas pada 17 Agustus mendatang. Kalian adalah pemuda-pemudi pilihan, yang telah menunjukkan tekad kuat, kedisiplinan tinggi, serta semangat kebangsaan yang luar biasa,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa peran anggota Paskibraka tidak hanya sebatas pada tugas seremoni, tetapi juga memiliki makna yang jauh lebih besar sebagai agen perubahan dan teladan bagi generasi muda lainnya. Ia mengingatkan bahwa para anggota Paskibraka harus menjadi cerminan nilai-nilai luhur seperti nasionalisme, tanggung jawab, moralitas, dan integritas.
> “Tugas kalian tidak berhenti setelah upacara. Kalian adalah representasi generasi emas Indonesia yang diharapkan membawa pengaruh positif di lingkungan sekitar. Jadilah teladan dalam disiplin, prestasi, dan pengabdian,” tambahnya.
Tema HUT ke-80 RI tahun ini yang mengusung “Persatuan dan Kesejahteraan” diharapkan mampu menggugah semangat para pemuda untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah dan bangsa.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan berkontribusi dalam proses pembentukan Paskibraka – mulai dari tahap seleksi, pelatihan, hingga pengukuhan.
> “Kami percaya bahwa yang berdiri di sini hari ini adalah putra-putri terbaik Kabupaten Aceh Tenggara. Proses panjang dan penuh kedisiplinan ini membentuk kalian menjadi pribadi yang kuat, tangguh, dan berkarakter,” ujar Bupati.
Usai menjalankan tugas pada 17 Agustus mendatang, para anggota akan menyandang status Purna Paskibraka, sekaligus otomatis ditetapkan sebagai Duta Pancasila, sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2024.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Aceh Tenggara sebagai penanggung jawab kegiatan Paskibraka, menegaskan bahwa para anggota yang telah dikukuhkan adalah generasi muda terpilih yang diharapkan membawa perubahan positif bagi masa depan daerah.
> “Jadilah insan yang berintegritas, tangguh secara mental, tegar dalam menghadapi tantangan, dan terus berjuang demi Aceh Tenggara yang lebih maju serta Indonesia yang lebih baik,” tegasnya.
Kegiatan ini menandai komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dalam membina generasi muda agar memiliki karakter kuat, rasa cinta tanah air yang mendalam, serta kesiapan menjadi pemimpin masa depan yang bertanggung jawab.


































