Pemerintah dan Pemangku Wewenang (DPR) Diminta Berikan Solusi Terhadap Pelaku Illegal Drilling dan Refinery 

LIA HAMBALI

- Redaksi

Jumat, 15 November 2024 - 18:14 WIB

5088 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta-AgaraNews.com//
Pemerintahan Pusat dan Para pemangku wewenang atau DPR RI, terutama Presiden baru dilantik, Prabowo untuk memberikan solusi kepada para illegal drilling dan illegal refinery yang saat ini menjadi sorotan publik.

Pasalnya para masyarakat yang diduga melakukan illegal drilling dan illegal refinery, saat ini menjadi sorotan publik, di Indonesia terutama di Pulau Sumatera bukan sedikit jumlahnya, sehingga hal ini juga perlu menjadi pertimbangan pemerintah pusat untuk mencarikan solusi demi untuk kelangsungan hidup mereka jika pekerjaan tersebut ditutup secara sepihak. Hal ini terungkap serta sorotan dalam Diskusi Publik bahas dampak dan solusi Illegal Drilling di Indonesia yang diselenggarakan oleh SuaraNetizen+62 di Resto Muse Makassar, Jakarta Selatan, Kamis (14/11).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hadir sebagai narasumber, perwakilan Dirtipidter Bareskrim Polri, AKP Wawan Purnama, prof.dr. Anthony Budiman ahli Ekonom, Uchok sky Khadafi Direktur Center for Budget Analysis ( CBA).

Diskusi ini juga dihadiri berbagai pihak, termasuk akademisi, praktisi hukum, ekonom, dan aktivis lingkungan, guna membahas dampak ekonomi dan kerugian lingkungan yang diakibatkan oleh pengusahaan minyak ilegal di Indonesia.

Dalam diskusi ini, para ahli mengungkapkan bahwa kegiatan pengeboran dan pengolahan minyak ilegal tidak hanya menyebabkan hilangnya potensi pendapatan negara. Tetapi juga berisiko menciptakan bencana lingkungan yang serius. Berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatera Selatan, praktik illegal drilling meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir, terutama di Provinsi Sumatera Selatan.

Akibatnya, diperkirakan negara mengalami kerugian sebesar Rp7,02 triliun setiap tahun, sementara kerusakan lingkungan mencapai Rp4,87 triliun. Diskusi ini bertujuan untuk mempertemukan berbagai perspektif, termasuk pandangan hukum, ekonomi, dan kebijakan publik. Dengan harapan dapat merumuskan solusi yang efektif dalam menekan praktik pengeboran dan pengolahan minyak ilegal. Salah satu peserta diskusi menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat untuk memperkuat upaya penanganan dan pencegahan kegiatan ilegal tersebut.

“Illegal drilling adalah masalah yang kompleks dan melibatkan banyak pihak. Selain kerugian bagi negara, kerusakan lingkungan yang ditimbulkan sangat berdampak buruk bagi masyarakat sekitar. Diperlukan pendekatan yang menyeluruh dan kebijakan yang kuat agar aktivitas ilegal ini dapat dihentikan,” ujar salah satu narasumber.

Diskusi Publik ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang berguna bagi pemerintah, khususnya dalam rangka menyusun kebijakan yang lebih efektif untuk mencegah dan menindak kegiatan illegal drilling dan illegal refinery. Hasil diskusi ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah dalam 100 hari kerja Kabinet Merah Putih yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.

Suara Netizen+62 berkomitmen untuk terus mengangkat isu-isu strategis yang berdampak bagi kepentingan negara dan masyarakat luas, sekaligus mendorong diskusi konstruktif yang bermanfaat dalam merumuskan solusi bagi berbagai permasalahan bangsa. (Rg/Tim).

Berita Terkait

PDAM Aceh Tenggara Mat Budiaman Luncurkan Terobosan Baru, Percepat  Layanan di Tengah Pemulihan Pascabanjir
Kapolres Karo Tinjau Kesiapan Polsek Jajaran Jelang Akhir Pekan
Turun ke Sawah, Babinsa Kodim 0103/Aceh Utara Bantu Petani Semprot Hama Padi
PMII: Pergerakan Aksi Nyata untuk Indonesia Berbasis Ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah
Koramil 12/LP Tuntaskan Finishing Jembatan Gantung Hajoran, Bukti Nyata Kepedulian Kodim 0209/LB untuk Masyarakat
Koramil 01/AK Hadir di Penutupan MTQ ke-X, Bangun Harmoni dan Semangat Religius Kualuh Hulu
Kodim 0209/LB Ambil Peran Strategis dalam Simulasi Sispamkota Polres Labuhanbatu, Perkuat Sinergi Pengamanan Wilayah
Sinergi TNI-Polri Kian Kuat, Dandim 0209/LB Hadiri Kenal Pamit Pejabat Polres Labuhanbatu

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 18:43 WIB

PDAM Aceh Tenggara Mat Budiaman Luncurkan Terobosan Baru, Percepat  Layanan di Tengah Pemulihan Pascabanjir

Sabtu, 18 April 2026 - 17:07 WIB

Kapolres Karo Tinjau Kesiapan Polsek Jajaran Jelang Akhir Pekan

Sabtu, 18 April 2026 - 16:28 WIB

Turun ke Sawah, Babinsa Kodim 0103/Aceh Utara Bantu Petani Semprot Hama Padi

Sabtu, 18 April 2026 - 16:25 WIB

PMII: Pergerakan Aksi Nyata untuk Indonesia Berbasis Ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah

Sabtu, 18 April 2026 - 16:21 WIB

Koramil 01/AK Hadir di Penutupan MTQ ke-X, Bangun Harmoni dan Semangat Religius Kualuh Hulu

Sabtu, 18 April 2026 - 16:18 WIB

Kodim 0209/LB Ambil Peran Strategis dalam Simulasi Sispamkota Polres Labuhanbatu, Perkuat Sinergi Pengamanan Wilayah

Sabtu, 18 April 2026 - 16:15 WIB

Sinergi TNI-Polri Kian Kuat, Dandim 0209/LB Hadiri Kenal Pamit Pejabat Polres Labuhanbatu

Sabtu, 18 April 2026 - 16:09 WIB

Koramil 09/NL Hadiri Upah-upah Calon Jamaah Haji 2026, Wujud Kepedulian TNI di Tengah Masyarakat

Berita Terbaru