Kutacane – agaranews.com// Pelaksana Tugas (Plt) PDAM Aceh Tenggara, Mat Budiaman, terus melakukan berbagai terobosan strategis guna meningkatkan kualitas pelayanan air bersih, terutama di tengah proses pemulihan pascabanjir bandang yang melanda sejumlah wilayah beberapa bulan lalu.
Bencana hidrometeorologi tersebut diketahui sempat merusak sejumlah infrastruktur jaringan air bersih, mulai dari pipa distribusi hingga terganggunya suplai air ke pelanggan di beberapa titik. Kondisi ini menjadi tantangan bagi PDAM Aceh Tenggara untuk segera melakukan pemulihan layanan secara menyeluruh.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai langkah cepat, Mat Budiaman menghadirkan sistem pengaduan berbasis aplikasi dan grup komunikasi terpadu. Inovasi ini memungkinkan masyarakat menyampaikan keluhan dengan lebih mudah dan cepat, sekaligus mempermudah petugas dalam merespons berbagai gangguan layanan di lapangan.
“Pasca banjir bandang, kami dituntut bergerak cepat. Sistem ini membantu kami memetakan persoalan dan langsung mengambil tindakan,” ujarnya.
Sistem tersebut terintegrasi dengan seluruh cabang PDAM yang tersebar di beberapa wilayah Aceh Tenggara, sehingga setiap laporan yang masuk dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas terdekat.

Tidak hanya fokus pada pelayanan eksternal, pembenahan internal juga dilakukan. Mat Budiaman membentuk grup khusus karyawan sebagai sarana koordinasi dan pengawasan kedisiplinan pegawai. Melalui sistem ini, kehadiran serta kinerja pegawai dapat dipantau secara lebih transparan.
Ia menegaskan, pegawai yang tidak disiplin, seperti sering terlambat atau bolos tanpa keterangan, akan dikenakan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.

“Dalam masa pemulihan ini, kedisiplinan menjadi hal utama. Kami ingin memastikan seluruh tim bekerja maksimal untuk masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Mat Budiaman juga menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat guna mempercepat perbaikan infrastruktur yang terdampak banjir. Upaya tersebut mencakup rehabilitasi jaringan pipa, normalisasi sumber air, serta peningkatan sistem pelayanan agar lebih tangguh menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

Dengan berbagai terobosan dan langkah strategis yang dilakukan, PDAM Aceh Tenggara diharapkan mampu bangkit dari dampak bencana sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan air bersih secara berkelanjutan. Ady


































