Tigalingga, Dairi, AgaraNews . Com // Dalam upaya memastikan keberlanjutan produktivitas pertanian dan optimalisasi jaringan irigasi, Serma Imanuel Ginting, Babinsa Koramil 04/Tigalingga, Kodim 0206/Dairi, bersama PPL Desa Ujung Teran Pardo Afrizal Nainggolan, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Ingin Maju Bahrin Sihite, serta Kepala Dusun Matanari Sopian Padang, melaksanakan inspeksi lapangan terhadap infrastruktur irigasi di Dusun Matanari, Desa Ujung Teran, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 19 Desember 2024 pukul 10.00 hingga 13.00 WIB ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan teknis yang memengaruhi distribusi air ke lahan persawahan seluas 25 hektare.
Dari hasil pengecekan, ditemukan bahwa bendungan utama sepanjang 30 meter yang berfungsi sebagai kepala sumber air mengalami kerusakan total akibat banjir bandang dari Sungai Lae Basbas. Sementara itu, saluran irigasi primer sepanjang 800 meter masih dalam kondisi baik, namun tidak mampu mengalirkan air secara optimal akibat minimnya debit air dan tanggul penahan tanah yang kurang memadai. Pada jalur tersier sepanjang 300 meter, pengairan masih bergantung pada tanggul tanah yang rawan erosi. Situasi ini memaksa petani mengandalkan sumber air dari Sungai Lau Basbas dan mata air lokal, yang kapasitasnya belum memenuhi kebutuhan maksimal lahan.
Ketua Poktan Ingin Maju, Bahrin Sihite, menyerukan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Dairi, khususnya dinas terkait, untuk mempercepat pembangunan kembali bendungan irigasi sebagai solusi utama atas permasalahan tersebut. “Kerusakan ini berdampak besar pada pengairan sawah kami. Kami juga berharap saluran irigasi primer dan tersier segera diperbaiki agar pengairan dapat berlangsung optimal. Sinergi dengan pemerintah dan TNI AD menjadi harapan utama kami,” ungkapnya penuh harap.
PPL Desa Ujung Teran, Pardo Afrizal Nainggolan, menambahkan bahwa ketidakseimbangan pengairan dapat mengancam hasil panen padi yang saat ini sudah berusia 50 hari. Ia menekankan pentingnya peran kolaboratif antara petani, pemerintah, dan pihak terkait untuk menyelesaikan kendala yang ada. “Kami terus mendampingi petani dalam proses adaptasi menghadapi keterbatasan ini. Namun, langkah nyata dari pemerintah sangat diperlukan agar permasalahan ini dapat segera tertangani,” ujarnya.
Danramil 04/Tigalingga, Kapten Arm L. Situmorang, melalui Babinsa Serma Imanuel Ginting, menyatakan komitmen TNI AD untuk mendukung keberlanjutan pertanian di wilayah binaannya. “Kami siap memfasilitasi koordinasi antara petani, pemerintah, dan instansi terkait demi memastikan solusi strategis untuk irigasi yang optimal. Pertanian merupakan pilar penting, dan kami berkomitmen untuk terus mendukung,” ujar Ginting. Tindakan cepat dari pemerintah daerah diharapkan dapat segera direalisasikan untuk mengamankan produktivitas pertanian di Desa Ujung Teran.(Lia Hambali)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
(Prajurit Pena)






























