
Kutacane Agaranews.com – Komando Rayon Militer (Koramil) 0108-05/Lawe Alas Letda Cba Samuel melaksanakan Sosialisasi dan pembinaan Kampung Tangguh Pancasila di Desa Batu Hamparan Kecamatan. Lawe Alas Kabupateb. Aceh Tenggara.Sabtu (03/05/2025).
Dalam sambutanya, Danramil menyampaikan Melalui kampung tangguh Pancasila ini diharapkan warga masyarakat memiliki jiwa Nasionalisme tinggi, terutama para pemuda yang mana mereka lah yang akan menjadi generasi penerus bangsa”. Pancasila merupakan dasar negara Indonesia, pedoman dan pemersatu bangsa Indonesia yang harus ditanamkan pada setiap warganya. Pancasila memiliki 5 sila yang menjadi asas dari kehidupan berbangsa dan bernegara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Inti dari Pancasila adalah gotong royong, mempersatukan pikiran dan pandangan, dengan bekerjasama pekerjaan akan ringan dan mudah terselesaikan. Di era digitalisasi banyak oknum-oknum yang memanfaatkan media sosial ( Medsos ) untuk memprovokasi karena kurangnya toleransi. Banyak gambar-gambar yang diberi kalimat hasutan, ujarnya.
Tujuan Sosialisasi dan pembinaan ini yaitu, Kampung Tangguh Pancasila adalah agar Pancasila dapat dipahami, diminati, dirasakan dan diamalkan sampai ke level paling bawah. Dengan Pancasila diharapkan kita menjadi pribadi yang lebih baik dalam berbangsa, bernegara dan beragama,
Danramil juga Menjelaskan, para pendahulu kita telah sepakat menjadikan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, yang di dalamnya terkandung saripati nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, yaitu gotong royong yang menjiwai setiap sila-sila Pancasila.
Sebagai contoh, dalam melaksanakan sila Ketuhanan Yang Maha Esa,
gotong-royong sesungguhnya telah hidup dan dipraktikkan berabad-abad oleh masyarakat nusantara dan menjadi khasanah budaya yang bernilai tinggi. karena nilai-nilai tersebut sudah hidup lestari dalam hati sanubari dan kebudayaan bangsa Indonesia,
Hal ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai gotong royong masih hidup dan sekaligus merupakan modal ideologis dan sosiologis bangsa Indonesia pemerintah pusat maupun pemerintah daerah serta stakeholder lainnya harus mampu menggerakkan modal ideologis dan sosiologis yang sudah dimiliki bangsa Indonesia itu agar menjadi kekuatan dan energi kolektif bangsa ini. Salah satu contoh model implementasi gotong royong tersebut adalah Kampung Tangguh di kecamatan lawe alas ini
Kampung tangguh pancasila tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lainnya untuk bisa menjadikan bangsa Indonesia tangguh, Sudah saatnya Pancasila bukan lagi menjadi wacana, tetapi harus dijadikan tindakan nyata dalam menjawab berbagai persoalan bangsa,tutup Danramil.
(Pendim Agara)

































