Bandung, Agaranews.com – Kepala Sekolah SMAN 27 Kota Bandung DR. Yoyo Wijaya, MP.d mengatakan rehabilitasi Ruangan Kelas dan 3 Ruang Laboratorium Dana Alokasi Khusus( DAK ) dari Kemendikbud RI telah selesai dilakukan pada, Rabu 21 Mei 2025
Yoyo menjelaskan, bahwa pelaksanaannya sudah sesuai Juklak dan Juknis Kemdikbud RI dilakukan secara swakelola oleh P2S (Panitia Pembangunan Sekolah) terdiri dari komite sekolah.
Menurut nya anggaran untuk alokasi satu ruangan dianggarkan sebesar 120 juta lebih, dan telah di periksa oleh Bapak Pemeriksa Keuangan ( BPK ).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kemarin baru di periksa BPK, sampe di ukuran semuanya tapi sampe sekarang belum ada hasilnya. Apakah itu kurang atau lebih ? atau mengembalikan ?, belum hasilnya”,ujarnya.
Yoyo melanjutkan tahun depan SMAN 27 Bandung akan menerima bangunan 2 ruangan lagi dikerjakan oleh pihak ketiga.
“Sekolah hanya terima kunci atau manfaat,”ujarnya
Yoyo menambahkan Standar nilai rehab bukan ditentukan sekolah, tapi ditentukan oleh direktorat PSMA kemdikbud RI. Jadi sekolah hanya mengajukan berapa kelas yg perlu direhab dg syarat sudah diperiksa Dinas PUTR dg tingkat kerusakan diatas 30 %.
Ini berlaku nasional, bisa di cek di sekolah lain yg nerima bantuan yg sama, seperti SMA 1, 4, 5 dan 18 kota Bandung.
Sementara itu ketua umum Wadah Generasi Masyarakat Peduli Aspirasi (WGMPA) Yansen Nababan menilai anggaran itu terlalu besar untuk satu ruangan kelas belajar jika mencapai 120 juta lebih sebab menurutnya standar biaya renovasi satu ruangan di angka 80 juta.
“Standarnya 80 juta jika ada 8 ruangan maka biaya tidak sampai satu miliar di kisaran 640 juta, sebab ini renovasi bukan membangun dari awal”,tuturnya.
Kemudian, lanjut Yansen Nababan jika sekolah bersedia mengembalikan hasil audit BPK dipastikan tidak maksimal renovasi Sebagai yang dikatakan kepsek dalam satu ruangan biayanya mencapai 120 juta lebih.
Kemudian kepsek diatas juga mengatakan Anggaran tersebut meliputi 3 laboratorium namun jika kita melihat di papan informasi tidak ada keterangan beserta laboratorium.
“Malah kami mendapatkan informasi bahwa rehabilitasi dengan anggaran sebesar 1,24 milir tidak beserta laboratorium,”tuturnya.
Kita minta kepada APH untuk melakukan audit kembali atas dugaan ketidak sesuaian dengan spesifikasi yang ada.
Berdasarkan informasi diterima awak media rehab delapan ruangan sekolah SMAN 27 Bandung harus nya rehat sedang akan tetapi dugaan dikerjakan rehab ringan, hal itu terlihat dari proses pemasangan keramik seharusnya di lakukan pengerikan agar daya rekat keramik bisa bertahan lama,namun fakta dilapangan dipasang begitu saja.
Berdasarkan papan informasi proyek pekerjaan rehabilitasi Ruang kelas dianggarkan sebesar Rp.1.240.000.000 ( satu miliar dua ratus empat puluh juta rupiah) waktu pelaksanaannya tahun 2024 dilakukan oleh panitia sekolah.
Tim


































