Prajurit Kodam IM Bersihkan Makam Raja Nagari Bihari di Kabupaten Pidie.

Hidayat Desky

- Redaksi

Minggu, 6 Juli 2025 - 17:08 WIB

5054 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pidie,Agaranews.com — Di bawah terik matahari yang menyengat, personel TNI dari Koramil Muara Tiga Kodim 0102/Pidie tampak bahu-membahu mengangkat batu-batu nisan kuno dari dalam jurang di kawasan situs pemakaman Raja Nagari Bihari, Gampong Tuha Biheu, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie. Dengan mengenakan rompi kuning kehijauan yang membalut seragam loreng mereka, para prajurit bersama perangkat gampong dan masyarakat Tuha Peut Biheu melakukan aksi gotong royong membersihkan dan menata kembali kompleks makam tersebut. Jum’at (4/7/25)

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penyelamatan situs sejarah yang telah berulang kali mengalami perusakan oleh oknum tak bertanggung jawab. Beberapa nisan batu kuno, yang diyakini berasal dari masa Kerajaan Lamuri abad ke-15 Masehi, sebelumnya ditemukan dalam kondisi tercerai-berai bahkan dibuang ke dalam jurang yang berada di sekitar kompleks pemakaman.

“Ini merupakan proses penyelamatan yang ketiga,” ungkap Yusri Ramli dari Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (Mapesa). Menurutnya, kompleks makam Raja Nagari Bihari pertama kali ditata pada tahun 2019 oleh Mapesa bekerja sama dengan Center for Information of Sumatra-Pasai Heritage (CISAH), Museum Pedir, dan masyarakat setempat. Namun setelah penataan tersebut, situs kembali dirusak. Penataan ulang kedua dilaksanakan pada 2023 dan turut melibatkan Kahubdam Iskandar Muda beserta staf. Sayangnya, tindakan vandalisme kembali terjadi, menyebabkan nisan-nisan rusak dan dibuang ke jurang.

Yusri menjelaskan bahwa berdasarkan data paleografi, salah satu batu nisan di kompleks makam memuat inskripsi yang menyebutkan bahwa Raja Nagari Bihari memiliki hubungan diplomatik dengan penguasa Kerajaan Lamuri. Diketahui pula bahwa kawasan tersebut pada masa lampau merupakan kota pelabuhan penting, yang dibuktikan dengan temuan fragmen tembikar dan keramik kuno di sekitar area pemakaman.

Merespons kegiatan ini, Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayjen TNI Niko Fahrizal, M.Tr.(Han), menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas peran aktif prajurit TNI dalam melestarikan sejarah dan warisan budaya bangsa.

“Pelibatan personel TNI dalam penyelamatan situs sejarah ini adalah bentuk nyata dari kemanunggalan TNI dan rakyat. Ini bukan hanya soal pengangkatan batu nisan, tetapi juga tentang penghormatan terhadap sejarah dan jati diri bangsa kita,” tegas Pangdam IM.

Beliau menambahkan bahwa situs-situs sejarah seperti makam Raja Nagari Bihari merupakan bagian penting dari kekayaan budaya yang harus dilindungi dan diwariskan kepada generasi mendatang. Menurutnya, sejarah adalah fondasi identitas bangsa, dan TNI sebagai bagian dari rakyat memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga serta melestarikannya.

“Kami tidak akan tinggal diam jika ada upaya perusakan terhadap situs-situs bersejarah seperti ini. TNI akan selalu hadir untuk melindungi kepentingan bangsa, termasuk nilai-nilai sejarah dan budaya lokal,” tambahnya.

Pangdam juga menuturkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Kebudayaan dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) untuk memastikan adanya langkah lanjutan dalam perlindungan situs tersebut, termasuk kemungkinan menjadikannya sebagai kawasan cagar budaya resmi.

“Pelestarian situs ini harus dilanjutkan dengan pendekatan terpadu, agar tidak hanya dilakukan penataan fisik, tetapi juga edukasi dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga sejarah,” ujar Pangdam.

Mayjen TNI Niko Fahrizal berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh sinergi antara TNI, masyarakat, dan pegiat sejarah dalam melestarikan warisan budaya bangsa. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situs-situs sejarah sebagai bagian dari kebanggaan lokal dan identitas nasional.

Dengan semangat gotong royong dan kepedulian bersama, diharapkan kompleks makam kuno Raja Nagari Bihari dapat terus terjaga kelestariannya dan menjadi situs edukatif yang memberi pemahaman sejarah tentang kejayaan peradaban masa lalu di wilayah Aceh.

Berita Terkait

Patroli Perintis Jaga Jakarta Amankan Dua Pemuda Diduga Bawa Narkotika di Jakarta Utara
Lampaui Target, Science Olympiad Bangkitkan Semangat Belajar Pelajar Deli Serdang
Semangat Gotong Royong Menggelora, Warga Bolo Lansir Material Jembatan Gantung Garuda
Pemdes Sidokerto Gelar Bimtek, Perkuat Sinergitas dan Layanan Publik
Babinsa Koramil 0201-04/MK Perkuat Silaturahmi Antara TNI dan Masyarakat di Rumah Warga
Babinsa Koramil 11/MD Laksanakan Komsos di Tanjung Mulia Hilir
Babinsa Koramil 0201-16/TM Hadiri Silaturahmi dan Tabligh Akbar Muhammadiyah Deli Serdang
Babinsa Koramil 0201-16/TM Monitoring Kegiatan FKPPI Rayon Tanjung Morawa

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 22:29 WIB

Patroli Perintis Jaga Jakarta Amankan Dua Pemuda Diduga Bawa Narkotika di Jakarta Utara

Minggu, 19 April 2026 - 22:24 WIB

Lampaui Target, Science Olympiad Bangkitkan Semangat Belajar Pelajar Deli Serdang

Minggu, 19 April 2026 - 22:15 WIB

Semangat Gotong Royong Menggelora, Warga Bolo Lansir Material Jembatan Gantung Garuda

Minggu, 19 April 2026 - 22:08 WIB

Pemdes Sidokerto Gelar Bimtek, Perkuat Sinergitas dan Layanan Publik

Minggu, 19 April 2026 - 22:04 WIB

Babinsa Koramil 0201-04/MK Perkuat Silaturahmi Antara TNI dan Masyarakat di Rumah Warga

Minggu, 19 April 2026 - 21:58 WIB

Babinsa Koramil 0201-16/TM Hadiri Silaturahmi dan Tabligh Akbar Muhammadiyah Deli Serdang

Minggu, 19 April 2026 - 21:55 WIB

Babinsa Koramil 0201-16/TM Monitoring Kegiatan FKPPI Rayon Tanjung Morawa

Minggu, 19 April 2026 - 21:53 WIB

Babinsa Koramil 0201-14/PB Silahturahmi dengan Warga Binaan, Perkuat Hubungan dan Keamanan

Berita Terbaru