Presidium Postidar Kecam Keras Amien Rais Terkait Sekkab Teddy Indra Wijaya

LIA HAMBALI

- Redaksi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:13 WIB

5034 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Jakarta, AgaraNews.com // Sejumlah tokoh tergabung dalam Poros Profesional Terpadu untuk Indonesia Raya (Postidar) mengecam keras pernyataan mantan Ketua MPR RI, Amien Rais terkait serangan pribadi kepada Sekretaris Kabinet (Sekkab) Teddy Indra Wijaya. Presidium Postidar menilai pernyataan tersebut melalui kanal YouTube Amien Rais berpotensi menciptakan keresahan publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini disampaikan Ahmad Kailani, salah satu anggota Presidium Postidar kepada awak media, Jumat malam (1/5/2026) di Jakarta.

“Tudingan yang disampaikan Pak Amien Rais tidak hanya tidak mendidik, tetapi juga berpotensi masuk dalam kategori fitnah karena memberi label tanpa dasar yang jelas,” kata Kailani dengan nada geram.

Postidar menyoroti bahwa tidak semua masyarakat memiliki kemampuan, untuk melakukan verifikasi informasi secara memadai. Sehingga narasi yang tidak akurat berisiko menyesatkan opini publik.Ia menilai pernyataan tersebut sarat prasangka dan tidak mencerminkan sikap beradab. Kailani juga mengkhawatirkan kondisi Amien Rais yang dinilai semakin rentan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan politik.

“Sulit bagi saya memahami cara berpikir dan bertindak Pak Amien Rais. Melabelkan seseorang dengan tuduhan keji tanpa dasar yang valid adalah tindakan yang tidak pantas,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Sulaiman Haikal, Ketua Pijar 98 sekaligus Presidium Postidar.

Dirinya menyayangkan, sikap Amien Rais yang dinilai justru menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Haikal juga meminta adanya klarifikasi atas pernyataan tersebut.

“Pernyataan seperti itu tidak pantas disampaikan oleh tokoh sebesar beliau. Jika ini bagian dari politik pecah belah, dampaknya sangat berbahaya bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu Thurman Simanjuntak menilai, walaupun pernyataan tersebut merupakan bagian dari dinamika politik, etika tetap harus dijunjung tinggi. Dirinya menegaskan bahwa sebuah informasi yang belum jelas, apalagi hoaks merupakan hal yang tabu bagi seorang tokoh publik.

“Perbedaan sikap politik tidak boleh menghalalkan segala cara, termasuk menyebarkan informasi yang tidak benar,” ujarnya, seraya mengimbau agar praktik semacam itu dihentikan.Di sisi lain, Agus Teddy Sumantri, Presidium Postidar yang berbasis di Jawa Barat, menilai tudingan yang mengaitkan kedekatan personal dengan isu moral sebagai spekulasi tanpa dasar kuat.

“Kita perlu mengingatkan Pak Amien Rais tentang pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan pernyataan. Hal ini agar tidak memicu kegaduhan publik,” ujarnya.

Teddy juga menegaskan, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan secara profesional dan berorientasi pada kepentingan nasional.

Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada jajaran kabinet, termasuk Sekkab Teddy Indra Wijaya, didasarkan pada kapasitas dan kebutuhan kerja.

“Fokus pemerintah saat ini adalah bekerja untuk rakyat. Narasi yang tidak berdasar justru dapat mengganggu stabilitas dan konsentrasi dalam menjalankan program-program prioritas,” tutupnya. (Lia Hambali)

Berita Terkait

‎Hari Buruh Indonesia 2026: Kolaborasi Pekerja dan UMKM Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Gejolak Global
Tingkatkan Pemahaman Hak Pilih Kaum Perempuan, Persit Kodim 1310/Bitung Terima Sosialisasi Pendidikan Pemilih dari KPU Bitung
Hubungkan Dua Desa, Babinsa Koramil 20/Cgk Pacu Pembangunan Jembatan Perintis
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Beri Kejutan May Day, Buruh dan Sopir Deklarasikan Keselamatan Kerja
” Dr M Martin Purba : “Selesaikan Masalah Pribadi, Jangan Catut Nama GRIB. Siap Tempuh Jalur Hukum
Presiden Prabowo Mendengar Keluh Kesah Akar Rumput, Petani SWB Indonesia Berikan Dukungan
Sengketa Tanah 16 Hektar di Labuan Bajo, Ramang dan Syair Akan Di periksa Tahap II di Bareskrim
Pria Tak Dikenal Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Sidotopo, Polisi Selidiki Kasus Pembunuhan

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:46 WIB

‎Hari Buruh Indonesia 2026: Kolaborasi Pekerja dan UMKM Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Gejolak Global

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:42 WIB

Tingkatkan Pemahaman Hak Pilih Kaum Perempuan, Persit Kodim 1310/Bitung Terima Sosialisasi Pendidikan Pemilih dari KPU Bitung

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:37 WIB

Hubungkan Dua Desa, Babinsa Koramil 20/Cgk Pacu Pembangunan Jembatan Perintis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:33 WIB

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Beri Kejutan May Day, Buruh dan Sopir Deklarasikan Keselamatan Kerja

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:29 WIB

” Dr M Martin Purba : “Selesaikan Masalah Pribadi, Jangan Catut Nama GRIB. Siap Tempuh Jalur Hukum

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:21 WIB

Sengketa Tanah 16 Hektar di Labuan Bajo, Ramang dan Syair Akan Di periksa Tahap II di Bareskrim

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:13 WIB

Presidium Postidar Kecam Keras Amien Rais Terkait Sekkab Teddy Indra Wijaya

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:08 WIB

Pria Tak Dikenal Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Sidotopo, Polisi Selidiki Kasus Pembunuhan

Berita Terbaru