Berpidato di PBB, Wilson Lalengke Serukan Aksi Segera untuk Akhiri Krisis Kemanusiaan di Camp Pengungsi Tindouf

LIA HAMBALI

- Redaksi

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 11:53 WIB

50205 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

New York,USA. Agaranews.com // Aktivis hak asasi manusia dan jurnalis Indonesia yang Mendunia, Wilson Lalengke, menyampaikan pidato yang menyentuh hati di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, Rabu, 08 Oktober 2025. Dalam pidatonya, dia mendesak masyarakat internasional untuk segera melakukan penyelidikan independen atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia di kamp-kamp pengungsi Tindouf di wilayah Aljazair dan negara lain di belahan Dunia.

Berbicara di hadapan Komite Keempat Majelis Umum PBB, yang secara resmi dikenal sebagai Komite Khusus Politik dan Dekolonisasi, Wilson Lalengke menyoroti penderitaan rakyat Sahrawi, yang telah lama menderita di bawah kendali Front Polisario. Pidatonya berfokus pada laporan eksekusi di luar hukum, penahanan sewenang-wenang, dan penyiksaan sistemik di dalam kamp-kamp tersebut.

“Keheningan suara masyarakat international yang menyelimuti penderitaan masyarakat Sahrawi dan Negara lain harus diakhiri,” tegas Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini, dan menambahkan, “Kita harus memastikan perlindungan mereka yang tidak berdaya.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mewakili organisasi Jurnalis Warga Indonesia (Persatuan Pewarta Warga Indonesia – PPWI), Wilson Lalengke mengajukan petisi resmi yang menyerukan tiga hal, yakni investigasi independen yang dipimpin PBB, memproses hukum semua pelaku yang terlibat, dan perlindungan bagi pengungsi yang tidak berdaya. Lulusan pasca sarjana bidang Global Ethics dari Birmingham University (Inggris) itu menggugat kepedulian komunitas international dengan sebuah pernyataan keras: “Diam berarti terlibat membiarkan tragedi kemanusiaan terjadi!”

Pernyataannya muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran global atas persoalan geopolitik Sahara Maroko yang belum terselesaikan dan dampak kemanusiaan di wilayah tersebut. Wilson Lalengke menekankan bahwa masyarakat Sahrawi, penduduk asli Sahara Maroko, telah mengalami pengungsian dan pengabaian selama puluhan tahun, diperburuk oleh kebuntuan politik dan terbatasnya akses pengawasan internasional.

Sidang komite, yang diadakan di Ruang Konferensi 4 di Markas Besar PBB, dihadiri oleh para diplomat, perwakilan masyarakat sipil, dan pengamat media. Pidato Wilson Lalengke merupakan salah satu dari sejumlah petisioner yang diajukan selama tiga hari, masing-masing dibatasi hingga tiga menit dan didukung oleh layanan penerjemahan langsung.

Mengakhiri pidatonya, Wilson Lalengke mengingatkan bahwa hukum international harus diterapkan dimanapun, termasuk di tempat paling terpencil di gurun Sahara. “Populasi pengungsi di Kamp Tindoef berhak atas keadilan, martabat dan harga diri, serta bebas dari rasa takut,” tegas Ketua Umum PPWI itu menutup pidatonya. (TIM-JS)

Berita Terkait

PKN Protes Kepala SMAN di Bandung dan Bekasi: “Rekapitulasi Dana BOS Itu Manipulasi Administratif!”
Dari Tuntutan 3 Tahun Jadi Vonis 2 Tahun,..!!! Kasus KDRT WNA di Pekanbaru Heboh, Korban Menjerit: “Hukum Tajam ke Saya, Tumpul ke Pelaku,.!!!”
Kodam XIX Tuanku Tambusai Tuntaskan Distribusi 109 Komponen Jembatan Armco ke Kepulauan Meranti Hingga Tengah Malam
Kodam XIX Tuanku Tambusai Kupas Rekrutmen TNI AD 2026, Pangdam Mayjen TNI Dr Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP. Tegaskan Gratis Tanpa Calo
Ketua Kaliber Aceh Apresiasi Kinerja Sekda Aceh Tenggara di Tengah Situasi Sulit
TNI beersama warga terus Tancap Gas dalam pembuatan Papan mal tiang Jembatan Aramco 
Melalui Komsos Babinsa Koramil 02/Seunagan Ciptakan Keakraban Dengan Warga Binaan
TMMD Gebang Hadirkan Kehangatan: Warga Tak Hanya Terima Manfaat, tetapi Juga Rasa Kekeluargaan

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:46 WIB

PKN Protes Kepala SMAN di Bandung dan Bekasi: “Rekapitulasi Dana BOS Itu Manipulasi Administratif!”

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:42 WIB

Dari Tuntutan 3 Tahun Jadi Vonis 2 Tahun,..!!! Kasus KDRT WNA di Pekanbaru Heboh, Korban Menjerit: “Hukum Tajam ke Saya, Tumpul ke Pelaku,.!!!”

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:38 WIB

Kodam XIX Tuanku Tambusai Tuntaskan Distribusi 109 Komponen Jembatan Armco ke Kepulauan Meranti Hingga Tengah Malam

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:32 WIB

Kodam XIX Tuanku Tambusai Kupas Rekrutmen TNI AD 2026, Pangdam Mayjen TNI Dr Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP. Tegaskan Gratis Tanpa Calo

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:01 WIB

Ketua Kaliber Aceh Apresiasi Kinerja Sekda Aceh Tenggara di Tengah Situasi Sulit

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:24 WIB

Melalui Komsos Babinsa Koramil 02/Seunagan Ciptakan Keakraban Dengan Warga Binaan

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:11 WIB

TMMD Gebang Hadirkan Kehangatan: Warga Tak Hanya Terima Manfaat, tetapi Juga Rasa Kekeluargaan

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:11 WIB

Babinsa Koramil 05/Darul Makmur Melaksanakan Karya Bakti

Berita Terbaru