Boltim,Sulut. Agaranews.com // Keluhan Masyarakat Molobog Kecamatan Matongkat Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Provinsi Sulawesi Utara pada waktu program Nasional SHM masa pemerintahan terdahulu dari tahun 2023 ke 2024 masih banyak masyarakat yang mau mengambil sertifikat tersebut kesulitan, ketika masyarakat yang mau mengambil Sertifikat Hak Milik (SHM) tidak bayak yang bernasib baik ketika datang mengurus pengambilan SHM tersebut langsung dapat menerima haknya di kantor BPN boltim program SHM Prona.
Kalau Masyarakat yang mau mengurus SHM miliknya tidak sedikit yang pulang pergi berkali kali ke kantor BPN namun hasil pengurusan mereka tidak berhasil Alias Zonk, sangat memilukan yang dialami masyarakat habis waktu, habis tenaga dan biaya material dan inmaterial namun gagal menerima pulang SHM masyarakat yang sudah kurang lebih 2 tahun lamanya SHM Program Nasional (PN).
Wartawan media ini menerima informasi dari masyarakat molobog langsung pada hari Jumat tanggal 21-10-25 dimana masyarakat yang mengalami gagal saat pergi kekantor BPN boltim untuk mengambil SHM gagal, yang saat bertemu pegawai BPN boltim tidak mau memberikannya karena banyak alasan yang ditanya tanya kepada masyarakat yang mau mengambil haknya SHM tersebut dan minta masyarakat yang memberikan informasi tersebut untuk tidak menuliskan namanya di karya tulis Wartawan.
Masih informasi dari masyarakat yang namanya enggan di tulis ke publik tersebut menilai bahwa di dalam BPN Boltim tersebut menduga ada Mafia SHM program nasional orang dalam BPN, sehingga ujung ujungnya masyarakat boltim menjadi korban Mafia tersebut, bahkan yang gilanya lagi banyak masyarakat yang mau mengambil SHM Program Persiden terdahulu Tidak gratis ternyata pengambilan sertifikat Prona harus bayar dan kalau tidak bayar di persulit serta yang bayar di permudah tutup Masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mendapat informasi dari masyarakat Wartawan Online Nasional pun mencoba mengunjungi langsung ke kantor BPN boltim hendak bertemu Kakanta (Kepala Kantor Pertanahan) pak Candra seakan di persulit bawahannya, pertama kekantor BPN anak buah pak Candra mengatakan bahwa kepala kantor ada namun belum datang ke kantor, wartawan pun kembali dari kantor BPN, kurang lebih 1 jam kemudian Wartawan kembali kembali kekantor Anak buah Kakanta candra pun menyatakan bahwa Bapak Kakanta TL (Tugas luar) Wartawan pun penuh kekecewaan untuk klarifikasi Konfirmasi temuan tersebut. Mohon maaf berita SHM program pemerintah Prona ini bersambung di edisi berikutnya.( “JS”)
































