Dairi, AgaraNews .com // Dalam suasana santai namun penuh makna kebersamaan, Danramil 04/Tigalingga Kodim 0206/Dairi Kapten Czi Enjar Berutu didampingi Babinsa Sertu R. Damanik menggelar ngopi bareng bersama para kepala desa di Warung Kopi Syukur, Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi, Sabtu pagi (29/11/2025). Pertemuan itu dihadiri Kepala Desa Gunung Sitember, Kepala Desa Bukit Lau Kersik, Mangiring Sinurat, serta Kepala Desa Sarintonu Irwan Tarigan. Kegiatan ini menjadi ruang dialog strategis membahas percepatan pembangunan gerai Koperasi KDKMP di wilayah Tigalingga.
Dalam perbincangan yang berlangsung hangat, para kepala desa menegaskan pentingnya koperasi berbasis desa sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat. Menurut mereka, pembangunan gerai KDKMP dapat membuka ruang bagi warga untuk mengembangkan UMKM, memperluas akses pemasaran produk, dan memperkuat kesejahteraan desa secara berkelanjutan. Meski demikian, para kades mengaku masih menghadapi kendala utama, khususnya dalam ketersediaan lahan strategis yang dekat dengan pemukiman warga. “Lahan ada, tapi jauh dari pusat aktivitas masyarakat,” ujar salah satu kepala desa.
Kapten Czi Enjar Berutu menekankan bahwa TNI siap menjadi mitra pemerintah desa dalam mempercepat pembangunan gerai KDKMP. Ia mengingatkan pentingnya sinergi lintas sektor agar rencana tersebut tidak sekadar wacana, melainkan mampu menjadi solusi nyata di lapangan. “Pemerintah desa harus berperan aktif. Koperasi ini bukan hanya bangunan fisik, tetapi simbol kemandirian ekonomi masyarakat,” tegas Danramil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Danramil Enjar Berutu, pembangunan gerai koperasi merupakan langkah yang bukan sekadar memberi akses jual-beli produk lokal, tetapi juga memupuk semangat kebersamaan. Dengan adanya wadah ekonomi yang dikelola secara profesional, desa dapat memperkuat basis ekonomi, memperluas lapangan kerja, dan membantu warga keluar dari ketergantungan terhadap pihak luar. “Kita ingin masyarakat memiliki ruang yang bisa membesarkan produk mereka sendiri,” tambahnya.
Pertemuan pagi itu menutup pembicaraan dengan kesepakatan awal untuk melakukan pendataan ulang dan kajian lokasi yang lebih efektif. Para kepala desa berencana menyiapkan opsi lahan yang memiliki akses langsung ke masyarakat serta memungkinkan ekspansi usaha koperasi ke depan. Sambil menikmati kopi, percakapan sederhana di Warung Kopi Syukur itu menjadi saksi bahwa kolaborasi antara TNI dan pemerintah desa bukan sekadar formalitas, tetapi langkah nyata menuju kemandirian ekonomi masyarakat Dairi. ( Lia Hambali)
(Prajurit Pena)

































