Secangkir Hitam di Atas Meja Kayu: Tentang Sederhana yang Sering Terlupa

LIA HAMBALI

- Redaksi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:08 WIB

5033 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Aceh, AgaraNews.com // Di atas meja kayu yang mulai lapuk dimakan waktu, terdapat segelas kecil berisi cairan hitam pekat. Tidak ada kemewahan, tidak ada hiasan berlebihan hanya kesederhanaan yang jujur. Namun justru dari situlah, kita diajak merenung tentang sesuatu yang sering luput dari perhatian: arti cukup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Minuman hitam itu, mungkin kopi, mungkin juga sekadar air rebusan sederhana, menjadi simbol dari kehidupan banyak orang terutama mereka yang hidup jauh dari gemerlap kota. Di tengah kesunyian, di antara retakan kayu dan noda yang tak terhapus, tersimpan cerita tentang perjuangan, kerja keras, dan keteguhanKita hidup di zaman yang serba cepat dan penuh tuntutan. Segala sesuatu diukur dari kemewahan, pencapaian, dan pengakuan. Namun ini seakan menampar kesadaran kita bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari yang besar. Terkadang, ia hadir dalam bentuk yang paling sederhana: secangkir minuman, waktu yang tenang, dan ruang untuk berpikir.

Meja kayu itu mungkin telah menjadi saksi banyak hal perbincangan hangat, keluh kesah, hingga rencana hidup yang sederhana. Dan gelas kecil itu, diam tanpa suara, menemani setiap cerita yang terlahir di atasnya.

Opini ini bukan tentang kopi. Ini tentang cara kita memandang hidup. Apakah kita masih mampu menghargai hal-hal kecil? Ataukah kita terlalu sibuk mengejar sesuatu yang belum tentu memberi makna?

Pada akhirnya, mungkin kita semua butuh berhenti sejenak duduk di depan “meja kayu” kita masing-masing, menatap “secangkir hitam” kehidupan, dan bertanya: sudahkah kita benar-benar hidup, atau hanya sekadar berlari?

Begitulah proses kehidupan pasti terasa pahit atau pun terasa manis di dalam sebuah kehidupan ini selalu saja ada saja tantangan untuk menuju jalan yang sukses.(Lia Hambali)

Oleh Syahrul Amin PMII Aceh

Berita Terkait

Bentuk Generasi Emas 2045, Kodim 0205/Tanah Karo Gelar K Kri Gelombang VI Libatkan 100 Pelajar SMA
Upacara Hardiknas 2026 Berjalan Lancar, Polres Tebingtinggi Pastikan Situasi Kondusif
Menyedihkan, Alumni D3 FVLM Unhan Hanya Boleh Melamar Bintara TNI dengan Pangkat Serda
Kodim 0212/TS Bersama Yonif TP 901/Suhul Gading dan Yonzipur 1/DD Mulai Bangun Jembatan Modular di Tapsel
Cakra Satya 08 Kecam Pernyataan Amien Rais yang Dinilai Menyerang Pribadi dan Tidak Mencerminkan Intelektualitas
Ketua Garuda Merah Putih Desak Kapolda Sumut Copot Kapolres Batubara Terkait Dugaan Pemerasan Dokter Dan Pengusaha Mikro
TMMD Reguler ke-128 Kodim Sragen Bangun Sumur Bor, Wujud Nyata Kemanfaatan untuk Warga
Menanamkan Nilai-nilai Keagamaan,Satgas TMMD 128 Gebang Ajari Anak-anak Mengaji

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:20 WIB

Bentuk Generasi Emas 2045, Kodim 0205/Tanah Karo Gelar K Kri Gelombang VI Libatkan 100 Pelajar SMA

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:13 WIB

Upacara Hardiknas 2026 Berjalan Lancar, Polres Tebingtinggi Pastikan Situasi Kondusif

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:08 WIB

Secangkir Hitam di Atas Meja Kayu: Tentang Sederhana yang Sering Terlupa

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:02 WIB

Menyedihkan, Alumni D3 FVLM Unhan Hanya Boleh Melamar Bintara TNI dengan Pangkat Serda

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:57 WIB

Kodim 0212/TS Bersama Yonif TP 901/Suhul Gading dan Yonzipur 1/DD Mulai Bangun Jembatan Modular di Tapsel

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:34 WIB

Ketua Garuda Merah Putih Desak Kapolda Sumut Copot Kapolres Batubara Terkait Dugaan Pemerasan Dokter Dan Pengusaha Mikro

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:33 WIB

TMMD Reguler ke-128 Kodim Sragen Bangun Sumur Bor, Wujud Nyata Kemanfaatan untuk Warga

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:28 WIB

Menanamkan Nilai-nilai Keagamaan,Satgas TMMD 128 Gebang Ajari Anak-anak Mengaji

Berita Terbaru