Tanah Karo, AgaraNews.com // Hampir tiga tahun persoalan Pengutipan Retribusi masuk ke wisata air panas di Desa Semangat Gunung tidak pernah selesai. Seperti yang terjadi hari Minggu 15/2/2026 sekira pukul 9.30 malam ketika awak media ini mau berkunjung ke Wisata Air Panas, kami dikutip Rp 10.000/orang dewasa dan Rp 5000/orang anak-anak, ini di Pos pertama tidak jauh dari Simpang Doulu.
Sekira 50 meter ada lagi kutipan kedua dengan jumlah kutipan yang sama, jadi kalau kita berkunjung ke Wisata Air Panas Desa Semangat Gunung berarti kita harus merogoh kocek Rp 20.000/orang untuk dewasa dan Rp 10.000/orang untuk anak-anak. Belum lagi masuk ke Pemandian kita juga harus merogoh kocek sebesar Rp 10.000 – 20.000/orang, sungguh miris,…!!!
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Atas kejadian tersebut maka awak media ini melaporkan ke pihak Polres Tanah Karo melalui Polsek Berastagi,tidak lama kemudian pihak Kepolisian datang membubarkan pengutipan liar yang berdalih retribusi tersebut.
Sebelumnya awak media mencoba konfirmasi dengan pihak pengutipan pertama yang tidak jauh dengan Simpang Doulu, mereka mengatakan bahwa, selama tiga tahun Pengutipan Retribusi masuk ke wisata air panas tidak ada ketransfaranan dengan warga dua desa yakni Desa Raja Berneh dan Semangat Gunung, padahal dulu sudah disepakati hasil retribusi tersebut masuk ke Kas Desa sebesar 30 persen dari hasil, namun kami selaku simantek kuta Marga Purbana gak pernah tahu kemana uang tersebut, ujar salah seorang yang dianggap tertua di lokasi pengutipan tadi malam.
Dan intinya kalau mereka tetap mengutip maka kami juga akan melakukan pengutipan, sebelum ada surat resmi dari pemerintah yang bisa mereka tunjukkan, tegasnya.
Sementara ketika awak media mau mengkonfirmasi ke pihak penjaga Pos Retribusi yang selama ini memang melakukan pengutipan, empat orang yang berjaga mengatakan, koordinator kami tidak berada ditempat, kami tidak bisa memberikan jawaban, ujar mereka singkat.
Hingga berita ini dinaikan pihak Dinas Pariwisata belum ada yang memberikan komentar, karena menurut pegawai yang tak mau disebut namanya, Kadis kami lagi diluar kota, ujarnya melalui sambungan WhatsApp.(Lia Hambali)


































