Akankah Minat Calon Kades Di Tropodo Yang Akan Datang Menurun di Tengah Menyempitnya Dana Desa,..???

LIA HAMBALI

- Redaksi

Selasa, 24 Februari 2026 - 22:12 WIB

5071 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Opini, AgaraNews.com // Ketika minat calon Kepala Desa diprediksi turun akibat menyempitnya dana desa yang dikelola oleh pemerintah desa sebagai konsekuensi kebijakan pemerintah pusat yang mengalihkan sebagian besar penggunaannya untuk Koperasi Desa Merah Putih, kita patut bertanya: apakah yang sedang surut itu ambisi, atau harapan? Demokrasi desa sejatinya lahir dari keyakinan bahwa jabatan kepala desa bukan sekadar posisi administratif, melainkan ruang pengabdian dan ikhtiar membangun kampung halaman. Namun ketika ruang fiskal menyempit drastis, idealisme pun diuji oleh kenyataan yang tak ringan.

Turunnya minat calon kades bukan sekadar soal hitung-hitungan anggaran. Ini tentang persepsi risiko dan beban tanggung jawab. Dengan dana terbatas, ekspektasi warga tetap tinggi. Masalah sosial tak berkurang, infrastruktur tetap menuntut perawatan, pelayanan dasar tak bisa dihentikan. Kepala desa berpotensi menjadi “penanggung jawab tunggal” atas keterbatasan yang bukan sepenuhnya lahir dari kebijakannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih jauh, kondisi ini dapat memengaruhi kualitas demokrasi desa. Jika yang maju hanya mereka yang memiliki cadangan finansial pribadi atau kepentingan tertentu, maka ruang partisipasi bisa menyempit. Demokrasi yang sehat membutuhkan kompetisi gagasan, bukan sekadar keberanian menanggung risiko. Desa tidak boleh menjadi panggung yang hanya diminati ketika anggaran besar tersedia, lalu ditinggalkan saat fiskal mengetat.

Namun, di tengah situasi getir ini, ada ruang refleksi. Apakah kepemimpinan desa akan kembali pada esensinya: pengabdian dan gotong royong? Ataukah kita sedang menyaksikan fase seleksi alam politik desa, di mana hanya mereka yang benar-benar terpanggil yang bersedia maju, bukan karena janji proyek, melainkan karena panggilan nurani?

Pembatasan penggunaan dana desa memang kebijakan makro yang punya alasan tersendiri. Tetapi dampaknya bersifat mikro, terasa langsung di halaman rumah warga. Jika minat calon kades benar-benar menurun, itu bukan sekadar statistik politik lokal. Itu adalah sinyal bahwa kepercayaan terhadap kemampuan desa mengelola masa depannya sedang diuji.
Demokrasi desa tidak boleh sepi. Ia harus tetap riuh oleh gagasan, oleh musyawarah, oleh harapan. Sebab ketika yang surut bukan hanya anggaran, melainkan juga partisipasi, maka yang hilang bukan sekadar kandidat, melainkan energi kolektif untuk membangun dari akar rumput.

Dan jika minat calon kades benar-benar menurun, maka hanya ada dua kemungkinan. Pertama, motivasi mereka yang mencalonkan diri selama ini memang lebih bertumpu pada besarnya ruang fiskal daripada pada panggilan pengabdian. Kedua, sistem yang ada belum cukup memberi jaminan perlindungan dan dukungan bagi kepala desa untuk bekerja dengan tenang dalam keterbatasan.

Jika yang pertama benar, maka ini saatnya membersihkan niat dan mengembalikan marwah kepemimpinan desa. Jika yang kedua yang terjadi, maka negara perlu menata ulang desain kebijakan agar desa tidak dibiarkan memikul beban tanpa daya.

Pada akhirnya, ukuran kematangan demokrasi desa bukan pada besar kecilnya dana yang dikelola, melainkan pada keberanian warganya untuk tetap maju ketika keadaan tidak sedang menguntungkan. Sebab desa yang kuat bukanlah desa yang kaya anggaran semata, melainkan desa yang tak kehilangan orang-orang yang mau berjuang di dalamnya.(Arif Garuda/Lia Hambali)

Salam berdesa.!!

Oleh:*Johan Kristianto*
( Pemerhati Desa & Tokoh Masyarakat RW03 )

Berita Terkait

Pangdam Iskandar Muda Lantik 101 Bintara Baru di Rindam IM.
Polemik PETI Aek Nabara Kian Memanas, Oknum BPD Bungkam Disorot dan Camat Batang Natal Didesak Bertindak
Kapolres Simalungun Hadiri Apel Akbar Sabuk Kamtibmas Polda Sumut: Wujud Nyata Sinergitas Polri Dan Masyarakat Jaga Stabilitas Keamanan
Berawal dari Keluhan Pasien, Bidan Afita Soroti Pentingnya Skincare Aman untuk Bumil dan Busui
Polsek Gunung Malela Bongkar Jaringan Kriminal Serbabisa, Kapolres Simalungun Apresiasi Kinerja Tim
Kapolres Simalungun Hadiri Sispamkota Medan: Polri Buktikan Kesiapan Nyata Hadapi Segala Skenario Gangguan Keamanan
Penangkapan Sebelum Laporan Polisi, Kuasa Hukum Sebut Kasus Wartawan Amir Cacat Hukum Total
Honduras Resmi Bekukan Pengakuan terhadap “SADR”, Dukung Kedaulatan Maroko

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 07:53 WIB

Pangdam Iskandar Muda Lantik 101 Bintara Baru di Rindam IM.

Jumat, 24 April 2026 - 23:09 WIB

Polemik PETI Aek Nabara Kian Memanas, Oknum BPD Bungkam Disorot dan Camat Batang Natal Didesak Bertindak

Jumat, 24 April 2026 - 23:09 WIB

Kapolres Simalungun Hadiri Apel Akbar Sabuk Kamtibmas Polda Sumut: Wujud Nyata Sinergitas Polri Dan Masyarakat Jaga Stabilitas Keamanan

Jumat, 24 April 2026 - 23:06 WIB

Berawal dari Keluhan Pasien, Bidan Afita Soroti Pentingnya Skincare Aman untuk Bumil dan Busui

Jumat, 24 April 2026 - 23:04 WIB

Kapolres Simalungun Hadiri Sispamkota Medan: Polri Buktikan Kesiapan Nyata Hadapi Segala Skenario Gangguan Keamanan

Jumat, 24 April 2026 - 23:03 WIB

Penangkapan Sebelum Laporan Polisi, Kuasa Hukum Sebut Kasus Wartawan Amir Cacat Hukum Total

Jumat, 24 April 2026 - 22:52 WIB

Honduras Resmi Bekukan Pengakuan terhadap “SADR”, Dukung Kedaulatan Maroko

Jumat, 24 April 2026 - 22:48 WIB

Atasi TPA Overload, Kodim 0735/Ska Gerakkan Strategi Integratif Kelola Sampah di Kota Surakarta

Berita Terbaru