Kutacane – agaranews.com//
Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, denyut aktivitas di rumah sakit di Aceh Tenggara terasa lebih intens dari biasanya. Di tengah kesibukan tenaga medis yang bersiaga, Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry bersama Wakil Bupati Heri Al-Hilal turun langsung meninjau kesiapan layanan kesehatan di RSUD Sahudin dan rumah sakit swasta ibu dan anak, Rabu (18/3/2026).
Kunjungan tersebut berlangsung dinamis. Bupati dan rombongan tampak menyusuri lorong rumah sakit, berhenti di sejumlah ruangan untuk berdialog dengan tenaga medis, sekaligus memastikan kondisi pasien yang tengah menjalani perawatan. Sesekali, sapaan hangat kepada pasien dan keluarga mereka mencairkan suasana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di Instalasi Gawat Darurat (IGD), perhatian khusus diberikan pada kesiapan petugas jaga dan ketersediaan obat-obatan. Bupati menegaskan, momen Idulfitri tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan.
“Hari raya justru menjadi momen krusial. Kita ingin masyarakat tetap merasa aman karena layanan kesehatan berjalan maksimal, tanpa hambatan,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa seluruh fasilitas kesehatan, baik milik pemerintah maupun swasta, harus berjalan beriringan dalam memberikan pelayanan terbaik.
“Tidak ada perbedaan. Semua rumah sakit punya tanggung jawab yang sama untuk melayani masyarakat,” tambahnya.
Suasana hangat terasa ketika rombongan berdialog langsung dengan perawat dan dokter yang sedang bertugas. Senyum dan semangat para tenaga kesehatan menjadi gambaran kesiapan mereka menghadapi lonjakan kebutuhan layanan saat libur lebaran.
Wakil Bupati Heri Al-Hilal pun mengaku puas dengan apa yang dilihat di lapangan. Menurutnya, pelayanan yang diberikan tidak hanya cepat, tetapi juga penuh empati.
“Kami melihat sendiri bagaimana tenaga medis melayani dengan ramah dan profesional. Ini menjadi kekuatan utama yang harus dipertahankan,” ujarnya.
Sementara itu, dari pihak rumah sakit, dr. Putra Ismaya Abral menyampaikan bahwa berbagai langkah antisipatif telah dilakukan. Penjadwalan tenaga medis diperketat agar pelayanan tetap berjalan tanpa jeda, terutama di ruang rawat inap dan IGD.
“Kami sudah siapkan sistem jaga berlapis, sehingga tidak ada kekosongan layanan. Stok obat-obatan juga kami pastikan aman,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi perhatian pemerintah daerah yang terus memberikan dukungan terhadap peningkatan fasilitas dan kualitas pelayanan kesehatan.
Peninjauan ini menjadi gambaran nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Di balik hiruk pikuk persiapan Idulfitri, ada upaya serius memastikan satu hal penting: masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, tanggap, dan manusiawi. Ady


































