Kutacane , agaranews.com// Suasana Desa Lauser, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, mulai kembali kondusif setelah adanya respons cepat dari Ketua Majelis Musyawarah Adat (MMA) Aceh Tenggara, Kasri Selian, terkait persoalan penutupan jalan yang sempat memicu keresahan warga.
Pada Kamis (2/4/2026), masyarakat setempat secara terbuka menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kepedulian serta langkah tanggap yang dilakukan Ketua MMA dalam merespon keluhan mereka. Penutupan akses jalan yang sebelumnya terjadi dinilai sangat mengganggu aktivitas harian warga, baik dalam hal ekonomi, pendidikan, hingga kebutuhan sosial lainnya.
Salah seorang warga Desa Lauser, Jul Ketambe, mengungkapkan bahwa kehadiran dan respon dari Ketua MMA menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama ini merasa kesulitan akibat akses jalan yang tertutup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kasri Selian selaku Ketua MMA Aceh Tenggara. Respon beliau cepat dan memberikan harapan bagi kami agar persoalan ini segera diselesaikan,” ujar Jul.
Menurut warga, jalan yang sempat ditutup tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan beberapa titik aktivitas penting masyarakat. Tidak hanya digunakan untuk mobilitas warga desa, jalan itu juga menjadi akses utama bagi distribusi hasil pertanian serta kebutuhan pokok sehari-hari.
Selama penutupan berlangsung, warga mengaku harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu, bahkan berdampak pada menurunnya produktivitas serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Merespon kondisi tersebut, Ketua MMA Aceh Tenggara, Kasri Selian, disebut langsung memberikan perhatian serius. Peran MMA sebagai lembaga adat dinilai strategis dalam menjembatani berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat, khususnya yang menyangkut kepentingan bersama.
Langkah cepat ini sekaligus menunjukkan bahwa lembaga adat masih memiliki posisi penting dalam menjaga stabilitas sosial, menyelesaikan konflik secara musyawarah, serta mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal.
Sejumlah tokoh masyarakat juga berharap agar persoalan penutupan jalan ini dapat diselesaikan secara menyeluruh melalui dialog dan kesepakatan bersama, sehingga tidak menimbulkan konflik berkepanjangan di kemudian hari.
Selain itu, warga meminta agar pemerintah daerah turut mengambil peran aktif dalam memastikan akses jalan tetap terbuka dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas tanpa hambatan.
Dengan adanya respon cepat dari Ketua MMA, masyarakat Desa Lauser kini menaruh harapan besar agar persoalan ini segera menemukan titik terang. Mereka juga berharap sinergi antara lembaga adat, pemerintah, dan masyarakat terus diperkuat demi menjaga keharmonisan serta kelancaran aktivitas di wilayah Kecamatan Ketambe.
(Ady)


































