Kutacane – Kabar menggembirakan datang dari dunia pendidikan Kabupaten Aceh Tenggara. Sebanyak 302 siswa berhasil lolos dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 dari total 597 pendaftar. Tingkat kelulusan yang mencapai 50,6 persen ini menjadi capaian signifikan sekaligus indikator meningkatnya kualitas pendidikan di wilayah tersebut.
Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan kerja keras para siswa, tetapi juga hasil sinergi antara guru, orang tua, serta dukungan pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Tenggara, Jufri RM, S.Pd., M.Si, menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa yang telah berhasil melangkah ke jenjang pendidikan tinggi.
“Selamat tinggal titel ‘siswa’, selamat datang gelar ‘mahasiswa’. Jadilah pejuang akademik yang sesungguhnya. Ini adalah awal perjuangan baru,” ujarnya, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan pintu masuk menuju tantangan yang lebih besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kampus Favorit Jadi Tujuan Utama
Berdasarkan data yang dihimpun, mayoritas siswa memilih melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri ternama, baik di Aceh maupun luar daerah.
Di Aceh, kampus yang paling diminati antara lain:
Universitas Syiah Kuala sebanyak 75 siswa
UIN Ar-Raniry sebanyak 35 siswa
Universitas Malikussaleh sebanyak 37 siswa
Politeknik Negeri Lhokseumawe sebanyak 41 siswa
Universitas Samudra sebanyak 15 siswa
ISBI Aceh sebanyak 12 siswa
Universitas Teuku Umar sebanyak 9 siswa
Sementara itu, sejumlah siswa juga berhasil menembus perguruan tinggi di Sumatera Utara:
Universitas Sumatera Utara sebanyak 30 siswa
Universitas Negeri Medan sebanyak 30 siswa
UIN Sumatera Utara sebanyak 4 siswa
Tidak hanya itu, beberapa siswa juga diterima di kampus-kampus bergengsi tingkat nasional seperti:
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Universitas Diponegoro
Universitas Negeri Jakarta
Institut Pertanian Bogor
Universitas Udayana
Universitas Lambung Mangkurat
Peran Guru dan Pembinaan Akademik
Capaian ini tidak terlepas dari peran penting tenaga pendidik yang konsisten membimbing siswa dalam menghadapi seleksi berbasis prestasi. Dedikasi para guru bahkan digaungkan melalui tagar #GuruHebatAcehTenggara, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka.
Selain itu, pola pembinaan akademik yang terarah, termasuk pemetaan minat dan bakat siswa serta kesiapan menghadapi seleksi nasional, dinilai menjadi faktor utama keberhasilan.
Pemerintah daerah berharap para siswa yang telah lulus SNBP dapat menjaga integritas, terus meningkatkan prestasi, dan menjadi generasi unggul yang mampu membawa perubahan positif bagi daerah.
Keberhasilan ini juga diharapkan menjadi motivasi bagi siswa lainnya di Aceh Tenggara untuk terus berprestasi dan tidak ragu bersaing di tingkat nasional.
Dengan capaian lebih dari 50 persen kelulusan, Aceh Tenggara menunjukkan bahwa daerah tersebut mampu mencetak generasi muda yang kompetitif dan siap bersaing di dunia pendidikan tinggi Indonesia. Ady


































