Jakarta,Agaranews.com // Isu Keributan antara Menteri Sekretaris Kabinet (Seskab) Republik Indonesia, Letkol Infanteri Teddy Indra Wijaya, dengan Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Letnan Jenderal TNI Djon Afriandi S.IP M.Han tengah menjadi sorotan publik.
Meski belum ada keterangan resmi dari pihak Istana Negara terkait insiden tersebut, dinamika internal kini dinilai berpotensi mengganggu stabilitas dan keharmonisan di lingkungan Pemerintahan Republik Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi hal itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gabungan Rakyat Prabowo Gibran (GARAPAN), Larshen Yunus, angkat bicara dengan nada tegas. Aktivis Anti Korupsi dan Pegiat Hak Asasi Manusia (HAM) itu meminta Presiden Republik Indonesia, Jenderal Purn TNI Prabowo Subianto untuk segera mengambil langkah konkret guna meredam polemik yang berkembang.
Menurut Ketua Umum Relawan Prabowo Gibran itu, apabila benar terjadi gesekan antara Mayor Inf Teddy Indra Wijaya dengan Letjen TNI Djon Afriandi S.IP M.Han, maka hal tersebut merupakan bentuk disharmonisasi yang tidak seharusnya terjadi di Lingkaran Kekuasaan Tertinggi Negara ini.
“Kami sangat menyayangkan yah! Jika benar terjadi keributan di internal Istana. Ini bukan hanya soal pribadi, tetapi menyangkut Wibawa Pemerintahan di mata rakyat, Wajah, Marwah dan Martabat Presiden Prabowo Subianto yang jadi taruhannya!” tegas Larshen Yunus dalam keterangannya kepada beberapa media online hari ini, Selasa (21/6/2026).
Ketua Umum DPP Gabungan Rakyat Prabowo Gibran itu bahkan secara tegas dan terbuka mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencopot Mayor Inf Teddy Indra Wijaya dari jabatannya sebagai Seskab.
Larshen Yunus berkali-kali menilai, bahwa langkah tegas sangat diperlukan bahkan dibutuhkan sekali, guna menjaga stabilitas dan soliditas di tubuh Pemerintahan.
“Presiden RI harus segera mencopot dan menonjobkan Seskab Teddy apabila terbukti menjadi sumber kegaduhan. Jangan sampai konflik internal tersebut Merusak Kepercayaan publik terhadap Pemerintahan saat ini” lanjut Aktivis Larshen Yunus.
Lebih jauh lagi, Aktivis Larshen Yunus menekankan pentingnya menjaga sinergi antara unsur sipil dan militer dalam pemerintahan saat ini.
Relawan Prabowo Gibran sekaligus Ketua DPD I KNPI Provinsi Riau itu terus menerus mengingatkan bahwa hubungan Harmonis antara Pejabat Negara, khususnya yang memiliki Latar Belakang Militer, merupakan kunci utama dalam menjaga Stabilitas Nasional.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi baik dari Mayor Inf Teddy Indra Wijaya maupun Letjen TNI Djon Afriandi S.IP M.Han terkait kabar keributan tersebut. Pihak Istana Negara juga belum memberikan pernyataan resmi mengenai isu yang beredar luas di tengah masyarakat.
Pengamat menilai, Presiden Prabowo Subianto dihadapkan pada ujian kepemimpinan dalam merespons dinamika internal tersebut.
Keputusan yang diambil dinilai akan menjadi indikator kuat dalam menjaga disiplin dan soliditas di jajaran pemerintahannya.
Publik kini menunggu langkah tegas dari Presiden RI guna memastikan bahwa roda pemerintahan tetap berjalan dengan baik, benar, tepat, terukur tanpa terganggu oleh konflik internal. (Tim-JS)


































