KUTACANE – agaranews.com//. Suasana penuh semangat dan kebersamaan terasa kental di Gedung Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tenggara, Senin (20/04/2026). Ratusan guru dan pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) berkumpul dalam Konferensi PGRI Kabupaten Aceh Tenggara ke-XXIII masa bakti 2024–2029.
Bupati Aceh Tenggara yang berhalangan hadir diwakili oleh Sekretaris Daerah Aceh Tenggara, Yusrizal, S.T., M.T. Dalam kesempatan tersebut, Sekda membacakan sambutan Bupati yang menegaskan pentingnya peran strategis guru sebagai ujung tombak pembangunan sumber daya manusia.
Dalam sambutan itu, Bupati menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh guru di Aceh Tenggara yang selama ini telah menunjukkan dedikasi dan pengabdian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di daerah tersebut. Ia juga menekankan bahwa tantangan dunia pendidikan ke depan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan guru yang adaptif, inovatif, dan terus meningkatkan kompetensi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Konferensi ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi momentum penting untuk memperkuat soliditas, meningkatkan profesionalisme, serta merumuskan langkah strategis demi kemajuan pendidikan di Aceh Tenggara,” demikian disampaikan dalam sambutan yang dibacakan Sekda.
Acara tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Ketua PGRI Aceh Tenggara periode 2020–2025 Julkifli, S.Pd., M.Pd., Ketua PGRI Provinsi Aceh Al Munzir, S.Pd.I., M.Si., jajaran pengurus PGRI Aceh Tenggara, serta para kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan.
Ketua PGRI Provinsi Aceh dalam arahannya mengajak seluruh anggota PGRI untuk terus menjaga marwah organisasi serta meningkatkan kualitas pendidikan melalui kolaborasi yang kuat antara guru, pemerintah, dan masyarakat.
Sementara itu, Ketua PGRI Aceh Tenggara periode sebelumnya menyampaikan harapannya agar kepengurusan yang baru nantinya mampu membawa organisasi menjadi lebih solid dan responsif terhadap kebutuhan para guru.
Konferensi berlangsung dengan khidmat namun tetap hangat, diwarnai diskusi, penyampaian laporan pertanggungjawaban, serta agenda pemilihan kepengurusan baru untuk masa bakti 2024–2029.
Dengan terselenggaranya konferensi ini, diharapkan PGRI Aceh Tenggara semakin berperan aktif dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kesejahteraan guru, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing. Ady


































