JAKARTA — agaranews.com// Langkah rombongan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) memasuki kantor Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta pada Rabu (22/04/2026) siang itu terasa lebih dari sekadar kunjungan resmi. Ada nuansa kekeluargaan yang kental, seolah jarak ratusan kilometer antara Aceh Tenggara dan ibu kota seketika sirna.
Bupati Aceh Tenggara, HM. Salim Fakhry, hadir bersama Ketua DPRK Aceh Tenggara, Denny Febrian Roza, serta sejumlah anggota dewan dari Fraksi Golkar. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Sekretaris Dispora DKI Jakarta, Zuhud Pana Graha Mamasta, sosok yang bukan asing bagi rombongan karena merupakan putra asli Aceh Tenggara.
Sejak awal pertemuan, suasana berlangsung akrab. Senyum dan jabat tangan hangat mengawali perbincangan, yang kemudian mengalir santai membahas berbagai hal, mulai dari perkembangan kepemudaan hingga cerita perjalanan karier di ibu kota. Hidangan sederhana namun istimewa tersaji di meja, menambah kehangatan dalam pertemuan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ajudan Bupati, Edo Muhammad Ari, menyebutkan bahwa kunjungan ini tidak hanya bersifat formal, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan emosional antara pemerintah daerah dan putra daerah yang kini berkiprah di tingkat nasional.
“Kami merasa seperti bertemu keluarga sendiri. Sambutannya luar biasa hangat, penuh keakraban. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” ujar Salim Fakhry dalam suasana santai namun penuh makna.
Dalam kesempatan itu, Bupati tampak beberapa kali menepuk bahu Zuhud, tanda kedekatan yang tidak dibuat-buat. Ia mengungkapkan rasa bangga melihat putra daerah Aceh Tenggara mampu menembus birokrasi di ibu kota dan menunjukkan kapasitasnya.
Menurutnya, keberhasilan Zuhud bukan hanya capaian pribadi, tetapi juga menjadi simbol harapan bagi generasi muda di kampung halaman. Ia menegaskan bahwa semangat kerja keras, disiplin, dan konsistensi adalah kunci untuk bisa bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
“Di tengah ketatnya persaingan di ibu kota, ternyata ada putra Aceh Tenggara yang mampu berdiri tegak dan menunjukkan kualitasnya. Ini harus menjadi inspirasi bagi anak-anak muda kita,” tegasnya.
Zuhud sendiri dikenal memiliki latar belakang keluarga yang cukup dikenal di Aceh Tenggara. Ia merupakan cucu dari almarhum H. Japran Mamas dan anak dari H. Baharudin Mamas. Kedekatan historis ini turut memperkuat ikatan emosional dalam pertemuan tersebut, yang terasa seperti reuni keluarga besar di tanah rantau.
Percakapan juga sempat mengarah pada peluang kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dan Dispora DKI Jakarta, khususnya dalam pengembangan program kepemudaan dan olahraga. Meski belum masuk pada tahap teknis, kedua belah pihak sepakat pentingnya membuka ruang kolaborasi ke depan.
Di sela-sela pertemuan, tawa ringan beberapa kali pecah, mencairkan suasana yang sebelumnya formal. Momen ini menjadi bukti bahwa hubungan antara daerah dan putra daerah di perantauan tidak hanya dibangun melalui struktur birokrasi, tetapi juga melalui rasa memiliki dan kebanggaan yang sama.
Bagi Salim Fakhry, kunjungan ini meninggalkan kesan mendalam. Ia berharap silaturahmi seperti ini tidak berhenti di satu kesempatan saja, melainkan terus berlanjut sebagai jembatan penghubung antara daerah dan diaspora Aceh Tenggara di berbagai wilayah.
“Kita ingin anak-anak muda kita percaya bahwa mereka punya peluang yang sama untuk sukses, di mana pun berada. Dan hari ini, kita melihat bukti nyatanya,” pungkasnya.
Kunjungan tersebut pun ditutup dengan sesi foto bersama, mengabadikan momen kebersamaan yang sarat makna. Lebih dari sekadar dokumentasi, foto itu menjadi simbol eratnya tali persaudaraan yang tetap terjaga, meski terpisah jarak dan waktu. Ady


































