Soroti Ketimpangan Lahan, Gubernur Papua Barat Daya: Tambang di Papua Banyak Milik Jenderal

AGARA NEWS

- Redaksi

Sabtu, 5 September 2026 - 19:11 WIB

50301 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SORONG – Penjabat Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu melayangkan kritik tajam terkait kondisi penguasaan lahan di wilayah Papua yang dinilai telah merugikan masyarakat adat setempat. Pernyataan tersebut disampaikan secara terbuka di hadapan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam acara PAPEDA Summit pada Rabu, 2 September 2026.

Dalam paparannya, Elisa mengungkapkan keprihatinannya mengenai minimnya kepemilikan lahan oleh penduduk asli Papua di tanah mereka sendiri. Ia menyebutkan bahwa sebagian besar hutan dan lahan di Papua saat ini telah dikuasai oleh pihak-pihak dari luar daerah, termasuk kalangan konglomerat dan oknum yang memiliki latar belakang militer. Kondisi ini membuat masyarakat Papua seolah hanya menjadi penyewa atau “pengontrak” di atas tanah leluhurnya sendiri.

Elisa menyoroti fenomena ketimpangan ekonomi dan akses lahan yang terjadi saat pembangunan proyek maupun pengelolaan sumber daya alam. Ia memberikan contoh pada sektor pertambangan, di mana ketika dilakukan penelusuran kepemilikan, izin lahan justru banyak dipegang oleh pengusaha maupun jenderal dari Jakarta. Hal ini memicu kekhawatiran mengenai masa depan hutan Papua yang dinilai kian terancam habis akibat eksploitasi yang tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kehadiran negara dalam melakukan perlindungan hukum yang lebih cepat bagi masyarakat adat terkait sengketa tanah. Elisa mendesak agar pemerintah pusat memberikan perhatian serius dan mempercepat proses legalitas tanah masyarakat adat sehingga rakyat Papua memiliki ruang dan proteksi yang lebih jelas dalam menjaga hak atas tanah mereka.

Selain isu lahan, dalam forum tersebut Elisa juga sempat menyinggung dinamika hubungan antara daerah dengan pemerintah pusat. Ia menekankan perlunya transparansi dan kejujuran dalam memandang realitas di daerah agar pembangunan bangsa dapat berjalan lebih maju dan adil bagi seluruh wilayah di Indonesia. (*)

Berita Terkait

Aktivis Madina: Pembakaran Tiga Ekskavator PETI Dinilai Simbol Runtuhnya Wibawa Satgas
Dugaan Pelanggaran Fatal Penggunaan Gas “Melon” di SPPG Sibaruang Siabu Mencuat, Manajemen Sebut ‘Force Majeure’
Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan, Jasa Raharja Perkuat Literasi Keuangan Ahli Waris Korban Kecelakaan
MK Tak Temukan Bukti Ijazah Setara SMA Gibran, PKS : Jangan Jadi Bom Waktu Demokrasi 
Kodim 0205/TK Bangun Jembatan Beton di Juhar Ginting, Progres Capai 20 Persen
Banjir Genangi Jalan Bosar Maligas, Kapolsek dan Personel Turun Langsung Bantu Warga Menyeberang
Pakar Hukum Kepolisian : Komitmen Kapolri Dukung Pengamanan Kejagung Perkuat Penegakan Hukum
Tindak Lanjuti Arahan Presiden, Polri Siapkan 70 Ribu Polisi Khusus Kehutanan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Aktivis Madina: Pembakaran Tiga Ekskavator PETI Dinilai Simbol Runtuhnya Wibawa Satgas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Dugaan Pelanggaran Fatal Penggunaan Gas “Melon” di SPPG Sibaruang Siabu Mencuat, Manajemen Sebut ‘Force Majeure’

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan, Jasa Raharja Perkuat Literasi Keuangan Ahli Waris Korban Kecelakaan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:56 WIB

MK Tak Temukan Bukti Ijazah Setara SMA Gibran, PKS : Jangan Jadi Bom Waktu Demokrasi 

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Kodim 0205/TK Bangun Jembatan Beton di Juhar Ginting, Progres Capai 20 Persen

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Pakar Hukum Kepolisian : Komitmen Kapolri Dukung Pengamanan Kejagung Perkuat Penegakan Hukum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Tindak Lanjuti Arahan Presiden, Polri Siapkan 70 Ribu Polisi Khusus Kehutanan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Polri Dalami Perkara Dugaan Korupsi Kredit Perbankan, Koordinasi dengan Instansi Terkait Terus Dilakukan

Berita Terbaru