Nias.Agaranews. com //Kondisi sejumlah fasilitas di SMP Negeri 1 Idanogawo, Kabupaten Nias, menjadi sorotan. Plafon yang mengalami kerusakan, pintu sejumlah ruangan yang tampak membutuhkan perbaikan, hingga meja yang terlihat telah dimakan usia, dan wastafel memunculkan pertanyaan mengenai pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah.
Sorotan tersebut semakin menguat setelah pihak sekolah menyampaikan besaran Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP/BOS) yang diterima. Kepala SMP Negeri 1 Idanogawo, Fasanurleny Telaumbanua, melalui Bendahara Sekolah Irian Damai Buulolo yang memberikan penjelasan di hadapan kepala sekolah, menyebut jumlah siswa pada 2025 sebanyak 660 orang. Dengan alokasi Rp1.260.000 per siswa, total dana yang diterima disebut mencapai Rp831.600.000.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut pihak sekolah, dana tahun 2025 telah dibelanjakan sesuai kebutuhan sekolah. Sementara untuk tahun 2026, belum seluruh anggaran disebut direalisasikan. Terkait kondisi pintu serta sejumlah papan atau plang yang berkaitan dengan Dinas Pendidikan, OSIS, Pramuka dan sanggar seni, pihak sekolah menyatakan akan mengupayakan perbaikannya.
Namun, penjelasan tersebut belum sepenuhnya menjawab sorotan terhadap kondisi fisik sekolah. Sebab, sejumlah fasilitas yang terlihat membutuhkan perhatian masih menjadi bagian dari lingkungan belajar. Kondisi itu memunculkan pertanyaan apakah kebutuhan pemeliharaan dan perbaikan sarana telah menjadi prioritas dalam perencanaan serta penggunaan anggaran sekolah.
Aktivis antikorupsi Kepulauan Nias, Agri Handayani Zebua, saat diwawancarai wartawan, Selasa (15/9/2026), menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, sekolah dengan jumlah siswa mencapai ratusan dan menerima dukungan dana operasional yang besar semestinya memiliki perencanaan anggaran yang jelas, termasuk untuk menjaga kelayakan fasilitas belajar.
“Ke mana dana BOS bertahun-tahun, hingga beberapa prasarana sekolah terlihat sudah dimakan usia?” kata Agri. Ia menegaskan pertanyaan tersebut perlu dijawab secara terbuka oleh pihak sekolah agar tidak menimbulkan berbagai persepsi di tengah masyarakat. Menurutnya, kritik terhadap penggunaan anggaran harus dijawab dengan data dan dokumen, bukan sekadar penjelasan umum.
Agri meminta pihak SMP Negeri 1 Idanogawo membuka informasi mengenai besaran dana yang diterima, Rencana Kegiatan dan Anggaran Satuan Pendidikan (RKAS), serta realisasi penggunaannya, khususnya untuk pemeliharaan sarana dan prasarana. Keterbukaan tersebut dinilai penting agar masyarakat dapat mengetahui apakah kebutuhan sekolah telah sesuai dengan perencanaan dan realisasi anggaran.
Dengan jumlah siswa sebanyak 660 orang dan Dana BOS 2025 yang disebut mencapai Rp831,6 juta, Agri menilai penggunaan anggaran tersebut layak dievaluasi, termasuk realisasi pada tahun-tahun sebelumnya. “Masa meja terlihat bertahun-tahun tidak diganti. Belum lagi perlu dilihat peruntukan Dana BOS dari 2020 sampai 2024,” ujarnya.(Dika)
















