Suspend BGN Mulai 5 Oktober 2026 : Setelah Berbagai Upaya Menyuarakan Penderitaan Mitra, Presidium Memilih Bungkam Sampai Keadilan Terwujud

LIA HAMBALI

- Redaksi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:55 WIB

5079 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 6 Oktober 2026, AgaraNews . Com // — Presidium Mitra BGN Indonesia menyatakan memulai aksi “Suspend BGN” sejak 5 Oktober 2026 sebagai bentuk kekecewaan mendalam setelah berbagai upaya untuk menyampaikan persoalan dan penderitaan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dinilai belum menghasilkan kepastian penyelesaian.

Aksi tersebut, menurut Presidium, akan terus dilakukan sampai terdapat kejelasan dan terwujudnya keadilan bagi mitra yang telah berinvestasi dan terlibat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini merupakan kelanjutan dari rangkaian upaya yang telah dilakukan mitra, termasuk Aksi Panca Mitra pada 1 Oktober 2026 di depan DPR RI serta pertemuan dengan pimpinan DPR RI untuk menyampaikan langsung persoalan yang dihadapi mitra dari berbagai daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Segala upaya sudah kami coba. Kami sudah datang ke DPR, kami sudah bertemu dengan pimpinan DPR RI, kami sudah menyampaikan penderitaan mitra dan meminta agar difasilitasi bertemu dengan Kepala BGN. Tetapi sampai hari ini kepastian yang kami harapkan belum terwujud,” kata Presidium Mitra BGN Indonesia.

DARI BICARA, MEMINTA, HINGGA MEMILIH BUNGKAM

Mitra mengatakan mereka telah memilih berbagai jalur untuk menyampaikan aspirasi.

Mulai dari komunikasi dengan pihak terkait, penyampaian aspirasi melalui DPR RI, aksi terbuka, hingga permintaan pertemuan langsung dengan pimpinan BGN.

Namun, ketika pertemuan yang diharapkan menjadi pintu penyelesaian kembali mengalami penundaan, kekecewaan mitra semakin besar.

Mitra kemudian melakukan aksi simbolik menutup mulut dengan lakban.

Bagi Presidium, aksi tersebut bukan sekadar bentuk protes, melainkan simbol dari suara para mitra yang merasa telah berulang kali disampaikan tetapi belum mendapatkan jawaban yang memberikan kepastian.

“Hari ini kami tidak lagi banyak bicara. Mulut kami kami tutup. Bukan karena kami tidak mempunyai suara, tetapi karena kami merasa suara mitra tidak didengar,” ujar perwakilan Presidium.

5 OKTOBER: MITRA MENYATAKAN “SUSPEND”

Mulai 5 Oktober 2026, Presidium menyatakan dimulainya gerakan “Suspend BGN”.

Gerakan ini diposisikan sebagai bentuk tekanan moral dan simbolik agar persoalan mitra segera mendapatkan penyelesaian.

Presidium menegaskan bahwa gerakan tersebut bukan bentuk penolakan terhadap Program Makan Bergizi Gratis.

Sebaliknya, mitra menyatakan bahwa mereka tetap mendukung tujuan program tersebut.

Yang dipersoalkan adalah ketidakpastian yang dialami mitra setelah menginvestasikan modal, membangun fasilitas, membeli peralatan, menyiapkan tenaga kerja, dan memenuhi berbagai kebutuhan untuk mendukung program pemerintah.

Menurut mitra, ketika operasional SPPG mengalami penghentian atau penangguhan, kewajiban finansial tetap berjalan.

Cicilan tetap berjalan.

Beban investasi tetap ada.

Bangunan tetap membutuhkan biaya.

Peralatan terus mengalami penyusutan.

Karena itu, mereka meminta pemerintah memberikan kejelasan mengenai status operasional dan nasib investasi yang telah dikeluarkan.

PERTEMUAN DENGAN PIMPINAN DPR RI

Presidium menyebut pertemuan dengan pimpinan DPR RI pada 1 Oktober merupakan salah satu upaya penting yang dilakukan untuk membawa persoalan mitra ke tingkat kelembagaan.

Dalam pertemuan tersebut, mitra menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi dan meminta agar DPR membantu membuka ruang komunikasi langsung dengan Kepala BGN.

Menurut Presidium, terdapat komitmen untuk memfasilitasi pertemuan tersebut.

Namun, rencana pertemuan kemudian mengalami penundaan.

Mitra menyebut mereka kembali diminta bersabar dan diarahkan untuk menunggu kemungkinan pertemuan pada 8 Oktober 2026.

Kondisi tersebut dinilai memperpanjang ketidakpastian yang sudah dialami mitra.

“Kami sudah bersabar. Kami sudah mengikuti jalur yang ada. Kami sudah menyampaikan kepada DPR. Kami sudah meminta pertemuan dengan BGN. Tetapi kalau kembali ditunda, sampai kapan kami harus menunggu?”

“SUSPEND SAMPAI KEADILAN TERWUJUD”

Presidium Mitra BGN Indonesia menyatakan gerakan “Suspend BGN” akan terus menjadi simbol perjuangan sampai terdapat penyelesaian yang dianggap adil bagi mitra.

Mereka meminta pemerintah dan BGN memberikan kepastian setidaknya mengenai lima persoalan:

1. Status SPPG yang mengalami suspend atau penghentian operasional.

2. Kepastian terhadap investasi yang telah dikeluarkan mitra.

3. Kejelasan dasar dan mekanisme kebijakan suspend.

4. Kepastian keberlanjutan hubungan kerja sama mitra dengan BGN.

5. Penyelesaian terhadap beban pembiayaan yang tetap berjalan selama operasional dihentikan atau ditangguhkan.

Mitra mengatakan tidak meminta perlakuan istimewa.

Mereka meminta agar pihak yang telah mengambil risiko untuk mendukung program pemerintah tidak ditinggalkan ketika terjadi perubahan kebijakan.

“KAMI SUDAH MENCOBA BERBICARA.”

“KAMI SUDAH MENYAMPAIKAN PENDERITAAN KAMI.”

“KAMI SUDAH DATANG KE DPR.”

“KAMI SUDAH MEMINTA DIPERTEMUKAN DENGAN BGN.”

“SEKARANG KAMI MEMILIH BUNGKAM.”

“SUSPEND BGN SAMPAI KEADILAN TERWUJUD.”

Presidium menegaskan bahwa aksi tersebut tidak ditujukan untuk menghentikan Program Makan Bergizi Gratis.

Sebaliknya, mereka meminta agar program pemerintah tersebut dijalankan dengan tata kelola yang memberikan kepastian hukum, kepastian kebijakan, dan perlindungan yang wajar bagi pihak yang telah berinvestasi dalam pelaksanaannya.

Bagi para mitra, persoalan ini bukan semata-mata mengenai keuntungan.

Ini mengenai investasi, utang, tenaga kerja, keluarga, dan kehidupan ribuan orang yang bergantung pada keberlanjutan usaha mereka.

Karena itu, mereka meminta negara hadir memberikan penyelesaian.

“Kami tidak meminta dikasihani. Kami meminta keadilan.”(Lia Hambali)

Presidium Mitra BGN Indonesia

Jakarta, 6 Oktober 2026

Reporter : Supriyadi

Berita Terkait

Usai Viral Marahi Staf, Ketua Komisi XIII DPR RI Usul Alat Bantu Seks untuk Warga Binaan Tuai Kecaman IKAP2S
IFG dan Kejaksaan Tinggi Banten Teken PKS, Jasa Raharja Dukung Penguatan Tata Kelola Layanan Publik
Kodim 0212/TS Percepat Pembangunan Jembatan Beton di Aek Gareder, Progres Capai 32 Persen
CCTV Diputar di Persidangan, Keterangan Yusuf dan Poerwantoro Berbeda
Dukung Pembinaan Generasi Muda, Dandim 0209/LB Hadiri Pembukaan Turnamen Bola Voli Piala Bupati Labuhanbatu
Tanggap Bencana Alam, Koramil 12/LP Turun Langsung Cek Lokasi Longsor Penutup Aliran Sungai di Sabungan
Bangun Akses Antar-Desa di Aek Natas, Koramil 05/BD Wujudkan Kemanunggalan Melalui Pembangunan Jembatan Penghubung
Wujud Soliditas di Ibu Kota Labusel, Koramil 11/KP Sambut Kunjungan Keharmonisan Polsek Jajaran

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:55 WIB

Suspend BGN Mulai 5 Oktober 2026 : Setelah Berbagai Upaya Menyuarakan Penderitaan Mitra, Presidium Memilih Bungkam Sampai Keadilan Terwujud

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:50 WIB

Usai Viral Marahi Staf, Ketua Komisi XIII DPR RI Usul Alat Bantu Seks untuk Warga Binaan Tuai Kecaman IKAP2S

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:43 WIB

Kodim 0212/TS Percepat Pembangunan Jembatan Beton di Aek Gareder, Progres Capai 32 Persen

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:39 WIB

CCTV Diputar di Persidangan, Keterangan Yusuf dan Poerwantoro Berbeda

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:36 WIB

Dukung Pembinaan Generasi Muda, Dandim 0209/LB Hadiri Pembukaan Turnamen Bola Voli Piala Bupati Labuhanbatu

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:32 WIB

Tanggap Bencana Alam, Koramil 12/LP Turun Langsung Cek Lokasi Longsor Penutup Aliran Sungai di Sabungan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:28 WIB

Bangun Akses Antar-Desa di Aek Natas, Koramil 05/BD Wujudkan Kemanunggalan Melalui Pembangunan Jembatan Penghubung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:25 WIB

Wujud Soliditas di Ibu Kota Labusel, Koramil 11/KP Sambut Kunjungan Keharmonisan Polsek Jajaran

Berita Terbaru