Jakarta – Jumat,(9/10/2026), AgaraNews . Com – Dua legenda musik slow rock Melayu Indonesia, Thomas Arya dan Indriani (yang lebih dikenal dengan nama panggung Yelse), resmi merilis single kolaborasi mereka yang berjudul “Menunggu Janji Setia”.
Lagu ini diproduksi untuk menjawab kerinduan mendalam para penggemar setia yang merindukan harmoni vokal khas dari kedua penyanyi papan atas tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Thomas Arya, yang dikenal luas lewat tembang hit “Dermaga Biru”, kembali menyuguhkan karakter suaranya yang dalam dan penuh penghayatan. Ia berpadu sempurna dengan vokal melengking nan syahdu milik Yelse, menciptakan atmosfer romantis sekaligus melankolis yang selama ini menjadi ciri khas duet maut mereka.
Lagu “Menunggu Janji Setia” mengusung aransemen slow rock Melayu modern yang megah namun tetap ramah di telinga.
Liriknya berkisah tentang keteguhan hati seseorang yang setia menanti pembuktian janji dari sang kekasih, meskipun jarak dan waktu memisahkan mereka. Kisah yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari ini diyakini mampu menyentuh hati para pendengar dari berbagai kalangan.
“Kolaborasi ini sangat spesial bagi kami. Selain untuk mengobati rasa kangen para fans yang sudah lama meminta kami berduet kembali, lagu ini juga menjadi bukti bahwa musik slow rock Melayu tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat,” ujar perwakilan manajemen produksi saat ditemui di Jakarta.
Video musik resmi untuk “Menunggu Janji Setia” kini sudah dapat dinikmati melalui saluran YouTube resmi, sementara lagunya juga telah tersedia di berbagai platform streaming musik digital seperti Spotify, Apple Music, dan Joox.
Pihak manajemen berharap karya terbaru ini dapat mengulang, bahkan melampaui kesuksesan kolaborasi-kolaborasi ikonik mereka terdahulu.
Tentang Thomas Arya dan Yelse adalah penyanyi serta musisi yang telah lama malang-melintang di industri musik slow rock Indonesia dan Malaysia. Melalui deretan karya kolaborasi maupun solo, keduanya sukses membangun basis penggemar yang sangat loyal di seluruh Asia Tenggara.(Widi/Lia Hambali)
Sumber : Supriyadi




















