Wapres Lulusan SMP, Wilson Lalengke: Wajar, Ini Cerminan Rata-rata IQ Manusia Indonesia

LIA HAMBALI

- Redaksi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:24 WIB

5044 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta, Agaranews.com // Persoalan kualifikasi pendidikan dan moralitas kepemimpinan nasional kembali menjadi sorotan publik. Kontroversi mengenai keabsahan ijazah penyetaraan sekolah menengah atas (SMA) milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memicu perdebatan sengit di tengah masyarakat.

Menanggapi fenomena ini, Alumnus PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012, Wilson Lalengke, menyampaikan pandangan kritis dan menohok terkait potret moralitas kepemimpinan dan realitas tingkat kecerdasan bangsa saat ini. Sebagai mantan guru Pendidikan Moral Pancasila dan Kewarganegaraan (PMP-Kn), ia mengungkapkan keprihatinan yang sangat mendalam terhadap kondisi moralitas bangsa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keprihatinan tersebut bersumber dari tingkah laku para pemimpin negara yang berada di puncak hirarki kekuasaan. Kepemimpinan seharusnya menjadi teladan utama dalam mempraktikkan nilai-nilai kebenaran, kejujuran, etika, dan keadilan. Namun, faktanya kepemimpinan dipandang tidak lebih dari sebuah pekerjaan untuk meraup kekuasaan, kekayaan, dan kemasyhuran belaka.

Terlepas dari persoalan politik yang melingkupi kasusnya, lulusan pasca sarjana bidang Etika Terapan dari Universitas Utrecht (Belanda) dan Universitas Linkoping (Swedia) ini menyoroti fenomena kualifikasi pendidikan Wakil Presiden Gibran yang dinilai tidak memenuhi syarat minimal pendidikan setara SMA sebagai sesuatu yang sangat serius dan membahayakan keutuhan bangsa dan negara Indonesia. Pasalnya, publik menilai proses pencapaian kursi wakil presiden tersebut diwarnai oleh tindakan yang terkesan menghalalkan segala cara demi meraih kekuasaan semata.

Fenomena ini tak pelak dianggap sebagai cerminan erosi moral yang sangat mengkhawatirkan di tingkat elit politik nasional. Kasus ijazah Gibran itu telah menambah berat beban bangsa setelah selama bertahun-tahun terakhir publik disuguhi kenyataan pahit terkait kasus ijazah UGM bapaknya, mantan Presiden Joko Widodo.

*Kegagalan Sistem Pendidikan Moral dan Karakter*

Ditinjau dari perspektif pendidikan, fenomena ijazah Gibran ini melahirkan refleksi kritis terhadap efektivitas pembelajaran nilai-nilai (_values_) di sekolah. Wilson Lalengke menegaskan bahwa kasus ini seharusnya menjadi peringatan keras (_wake-up call_), baik bagi para guru Pendidikan Moral Pancasila atau Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, maupun guru-guru agama yang pernah mendidik Gibran semasa di sekolah dasar dan menengah pertama.

Menurutnya, para pendidik di kedua jenjang tersebut, termasuk juga di jenjang Taman Kanak-kanak, dinilai telah gagal total dalam menanamkan karakter yang berlandaskan kebenaran, kejujuran, etika, serta keadilan dalam berpikir dan bertindak bagi murid-muridnya, khususnya kepada Gibran Rakabuming Raka. Kepala Sekolah dan segenap guru di sekolah dasar dan sekolah menengah yang pernah berinteraksi belajar-mengajar dengan Gibran semestinya merasa malu dan mengambil tanggung jawab atas kegagalan tersebut.

Dalam filsafat pendidikan, pemikir besar Jean-Jacques Rousseau (1712-1778) menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan bukanlah sekadar menjejalkan pengetahuan, melainkan membentuk manusia yang berkarakter luhur dan memiliki integritas moral. Ketika seorang alumnus lembaga pendidikan menunjukkan kecenderungan mengabaikan aturan dan etika dasar, maka fungsi pembentukan karakter dari pendidikan tersebut patut dipertanyakan secara mendasar.

*Cerminan Rata-rata Kecerdasan Bangsa*

Lebih lanjut, Wilson Lalengke memberikan analisis tajam mengenai keterkaitan antara sosok pemimpin dengan kondisi intelektual masyarakat yang diwakilinya. Mengacu pada informasi samar-samar yang menyebutkan rata-rata skor IQ nasional orang Indonesia berada di angka 78, sebuah angka yang relatif rendah dalam skala internasional, fakta bahwa posisi wakil presiden ditempati oleh figur yang hanya menyelesaikan pendidikan tingkat SMP dianggap sebagai sebuah cerminan yang wajar dan relevan (_case in point_).

“Sosok Wakil Presiden Gibran merupakan simbol yang merepresentasikan tingkat kecerdasan rata-rata.(JS)

Berita Terkait

Pilkades Desa Sei Jawi-Jawi Ricuh, Pemilih Terdaftar di DPT Dilarang Masuk TPS
Gelar Rapat Bersama Tim Penataan Kota Tanjungbalai, Walikota H. Mahyaruddin Salim,SE,MAP : Pemko Tanjungbalai Akan Salurkan Bantuan 40 Gerobak Bagi Pedagang
Dandim 0210/TU Letkol Arm Kiky Hardian : Apabila Tidak Bisa Berprestasi, Laksanakan Tugas Dengan Berani, Tulus & Ikhlas Serta Hindari Pelanggaran
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Berikan Trauma Healing ke 4 ABK Korban Penganiayaan KM Maulana 23
Percepat Informasi Kebencanaan, Pemkab Deli Serdang Terima WRS dari BMKG
Padepokan Iqro Desa Kolam Jadi Perpustakaan Desa Terbaik Deli Serdang
Perkuat Sinergi dan Pengawasan, Direksi-Komisaris PND Tinjau Langsung Kota Mandiri Bekala
Polemik Pendidikan Gibran : Saatnya Memisahkan Fakta, Administrasi, dan Kepentingan Politik

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:15 WIB

Pilkades Desa Sei Jawi-Jawi Ricuh, Pemilih Terdaftar di DPT Dilarang Masuk TPS

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:11 WIB

Gelar Rapat Bersama Tim Penataan Kota Tanjungbalai, Walikota H. Mahyaruddin Salim,SE,MAP : Pemko Tanjungbalai Akan Salurkan Bantuan 40 Gerobak Bagi Pedagang

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:02 WIB

Dandim 0210/TU Letkol Arm Kiky Hardian : Apabila Tidak Bisa Berprestasi, Laksanakan Tugas Dengan Berani, Tulus & Ikhlas Serta Hindari Pelanggaran

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:39 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Berikan Trauma Healing ke 4 ABK Korban Penganiayaan KM Maulana 23

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Percepat Informasi Kebencanaan, Pemkab Deli Serdang Terima WRS dari BMKG

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:24 WIB

Wapres Lulusan SMP, Wilson Lalengke: Wajar, Ini Cerminan Rata-rata IQ Manusia Indonesia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:18 WIB

Perkuat Sinergi dan Pengawasan, Direksi-Komisaris PND Tinjau Langsung Kota Mandiri Bekala

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:14 WIB

Polemik Pendidikan Gibran : Saatnya Memisahkan Fakta, Administrasi, dan Kepentingan Politik

Berita Terbaru