Pakpak Bharat, AgaraNews. Com // Jalan berbatu dengan kemiringan mencapai 30 derajat dan jurang terjal menganga di sisi jalan menjadi tantangan maut bagi warga Desa Sibongkaras, Kecamatan Salak, Kabupaten Pakpak Bharat. Setiap hari warga harus bertaruh nyawa untuk sekadar berbelanja kebutuhan pokok.
Kini harapan baru itu tumbuh. Memasuki hari ketiga pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi, Kamis (15/10/2026), kehadiran alat berat TNI yang menyiapkan badan jalan dan membuka akses baru yang lebih landai disambut sukacita warga.
Kepala Desa Sibongkaras, Darmianto Berutu, menjelaskan Sibongkaras merupakan salah satu desa tertua di Kabupaten Pakpak Bharat. Namun kondisi geografis di Pegunungan Bukit Barisan yang diapit lembah dan jurang terjal membuat pembangunan begitu sulit. Bahkan sebagian warga memilih pindah ke desa tetangga karena akses yang terisolasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat ini Desa Sibongkaras tercatat hanya memiliki 480 jiwa dalam 101 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di empat dusun. Dengan wilayah yang luas, tantangan infrastruktur menjadi persoalan utama untuk menunjang mobilitas, pelayanan, dan ekonomi.
Beratnya medan membuat warga harus menggunakan kendaraan berpenggerak ganda atau motor trail untuk melintasi jalur berbatu dan menanjak ekstrem. Perjalanan dari Sibongkaras menuju Desa Kuta Tinggi untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari bisa memakan waktu hingga dua jam. Risiko tergelincir ke jurang ratusan meter menjadi ancaman nyata jika tidak berhati-hati.
Kondisi itu dirasakan langsung oleh Daniel Solin, warga yang ditemui tim liputan saat beristirahat bersama anaknya sepulang berbelanja dari Desa Kuta Tinggi, tepat di titik 1.500 meter pengerjaan perkerasan jalan.
“Melihat alat berat yang digunakan TNI untuk membuat dan membuka jalan baru yang lebih landai, kami warga sangat senang, sampai tidak bisa berkata-kata. Pokoknya kami senang sekali dengan kegiatan TNI melalui program TMMD yang membangun desa kami,” ungkapnya penuh haru.
Melalui TMMD ke-130, Satgas Kodim 0206/Dairi melaksanakan sejumlah sasaran fisik vital untuk meningkatkan konektivitas wilayah, meliputi penyiapan badan jalan sepanjang 3.700 meter, perkerasan jalan sepanjang 1.000 meter, pembangunan dua unit plat beton, serta pembukaan jalan baru sepanjang 1.000 meter.
Pengerjaan tersebut diharapkan mengurangi kesulitan warga saat melintasi medan ekstrem, memperlancar pengangkutan hasil pertanian, serta membuka peluang ekonomi yang selama ini terkendala akses transportasi.
Di bawah kepemimpinan Dandim 0206/Dairi Letkol Arm Denni Andika Wardana, S.H., M.I.P., selaku Dansatgas TMMD ke-130, pembangunan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah terpencil.
Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, program ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mendorong semangat masyarakat untuk mengembangkan potensi wilayahnya. Dansatgas mengajak masyarakat Desa Kuta Tinggi dan Sibongkaras memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas akses perekonomian, menghidupkan kembali lahan-lahan tidur, serta membangun kerja sama erat dengan TNI.
Bagi warga Sibongkaras, jalan yang tengah dikerjakan bukan sekadar jalur penghubung antardesa, melainkan harapan untuk mengurangi keterisolasian, meningkatkan keselamatan perjalanan, dan membuka kesempatan hidup yang lebih baik bagi generasi mendatang.
*(Pendim 0206/Dairi)*
Ini versi paling lengkap dan emosional Bang, ada data Kades 480 jiwa/101 KK yang bikin berita makin kuat. Mau saya bikinkan versi narasi untuk voice over video TMMD nya Bang?






















