Jakarta Barat, AgaraNews. Com // Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto menginstruksikan seluruh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) untuk memetakan kawasan rawan peredaran narkoba dan mengidentifikasi para bandar di wilayah masing-masing.
“Saya telah menginstruksikan untuk seluruh Kapolda untuk melakukan mapping terhadap kampung-kampung, terutama kampung-kampung narkoba yang ada di wilayahnya. Begitu juga bandar-bandar narkoba,” kata Kapolri.
Ia menyebut sejumlah Polda telah mulai melakukan penindakan, di antaranya di Kampung Ambon, Jakarta Barat, dan Kampung Bahari, Jakarta Utara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menindaklanjuti instruksi tersebut, tim gabungan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, BNN, dan satuan kerja Polri lainnya kembali menggelar penggerebekan di kawasan Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (15/10/2026).
Petugas mengamankan 7 orang. Hasil cek urine, 6 orang dinyatakan positif narkoba.
Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Kompol Ardyan Yudo Setyantono mengatakan :
“Kami mengamankan tujuh orang totalnya yang kami lakukan cek urine positif sehingga kami akan lakukan pemeriksaan,” katanya.
Selain mengamankan 7 orang, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa beberapa klip kecil yang diduga berisi sabu dan sejumlah senjata tajam yang diduga disiapkan untuk penyerangan.
“Dugaan ada untuk melakukan penyerangan, akan tetapi kami amankan untuk mencegahnya,” ujar Ardyan.
Berdasarkan pantauan, penggerebekan berlangsung dari pukul 10.00 hingga 13.30 WIB. Salah satu modus yang didalami adalah penggunaan burung dara sebagai sarana pengiriman sabu.
Penggerebekan ini merupakan lanjutan dari operasi Jumat (09/10/2026) di Kampung Ambon dan Kampung Boncos yang mengamankan 24 orang.
Secara nasional, penindakan juga masif dilakukan :
– Sumatera Utara : 36 orang diamankan, 102 gram sabu disita dari 9 lokasi
– Riau : 68 orang diamankan di THM, 63 positif narkoba
– Makassar, Palu, Palembang, Palangka Raya : Total 104 orang diamankan, termasuk 3 bandar
BNN mencatat per Mei 2026 terdapat sekitar 9.720 kawasan rawan narkotika di tingkat desa/kelurahan di Indonesia.
Kapolri menegaskan, “Saya ingin membersihkan Indonesia dari peredaran narkoba yang sekarang sudah semakin masif. Kita harus lebih masif dalam bertindak,” kata Suyudi.
Upaya tersebut sejalan dengan semangat “Polisi Bersama Masyarakat”.(Lia Hambali)
Reporter : Supriyadi




















