Jakarta,AgaraNews.com // Dunia kecantikan Indonesia berduka. Pendiri Martha Tilaar Group, Dr. (H.C.) Martha Tilaar, meninggal dunia pada Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 06.22 WIB di RS Medistra, Jakarta Selatan, di usia 89 tahun.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi langsung oleh putra sulungnya, Bryan David Emil Tilaar. Bryan mengungkapkan sang ibunda sempat dirawat selama 9 hari sejak 4 Oktober 2026 karena asma yang diperparah polusi dan sempat mengalami perdarahan di saluran pencernaan.
“Kurang lebih plus-minus udah sembilan malam ya, awalnya tuh asma,” ungkap Bryan Tilaar di rumah duka kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Bryan, ibundanya berpulang dengan tenang dalam posisi tidur. Tim medis masih memeriksa kondisinya sekitar pukul 04.30 WIB, namun keluarga menduga beliau telah berpulang sejak pukul 05.00 pagi.
Martha Tilaar merupakan istri dari almarhum Prof. Dr. H.A.R. Tilaar, tokoh pendidikan Indonesia. Dari pernikahan tersebut, beliau dikaruniai empat orang anak: Bryan Emil Tilaar, Pingkan Engeline Tilaar, Wulan Maharani Tilaar, dan Kilala Esra Tilaar. Dua di antaranya merupakan anak angkat, yakni Bryan dan Pingkan.
Saat ini Bryan Tilaar meneruskan tongkat estafet kepemimpinan sebagai Direktur Utama PT Martina Berto Tbk (MBTO).
Jenazah dimakamkan pada Jumat, 16 Oktober 2026 di San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat, bersebelahan dengan makam sang suami yang telah disiapkan sejak 2010.
Dari sebuah salon kecil di Jakarta, ia meracik mimpi menjadi industri kecantikan terbesar di Indonesia. Dr. Martha Tilaar bukan hanya pendiri Sariayu, ia adalah Ibu bagi jamu, budaya, dan kecantikan Indonesia.
Selama 56 tahun, ia membangun bisnis dengan prinsip yang kini diwariskan kepada putranya “Berbisnis tak boleh mengakali orang, harus bermoral, jujur, inovatif, dan tekun.”
Kini sang maestro telah beristirahat dengan tenang di sisi belahan jiwanya.
Selamat jalan, Ibu Kecantikan Indonesia. ( Lia Hambali)
Reporter : Supriyadi




















