Labusel, AgaraNews.com // Jika TMMD identik dengan deru alat berat, pembangunan jalan, dan bedah rumah, TMMD ke-130 TA 2026 Kodim 0209/Labuhanbatu membuktikan lebih dari itu. Di Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, TNI tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun peradaban pangan.
Selasa (20/10/2026), suasana berbeda terlihat di Kantor Desa Aek Batu. Puluhan warga, petani, dan perangkat desa berkumpul bukan untuk kerja bakti, melainkan untuk menimba ilmu. Satgas TMMD ke-130 menggelar sasaran non fisik yang tak kalah vital: Penyuluhan Pertanian dan Penguatan Ketahanan Pangan.
Kegiatan strategis ini menghadirkan dua sosok penting di bidang pertanian. Sebagai narasumber utama, Ali Markum Nasution, S.P., Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Asam Jawa, yang dengan lugas membedah persoalan pertanian di desa. Ia didampingi langsung oleh Najamuddin Siregar, S.P., M.M., Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Labuhanbatu Selatan.
Ali Markum Nasution dalam paparannya menekankan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar soal menanam padi. Melainkan tentang kemandirian sebuah desa untuk tidak bergantung pada pasokan dari luar. Ia mengedukasi warga tentang teknik budidaya yang efisien, pemanfaatan lahan pekarangan, hingga cara meningkatkan produktivitas di tengah tantangan cuaca yang tak menentu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Program TMMD ini momentum emas. Infrastruktur dibangun, tapi pengetahuan petani juga harus dibangun. Kalau jalannya bagus tapi petaninya tidak berdaya, pembangunan belum tuntas,” ujar Ali di hadapan warga.
Senada, Najamuddin Siregar menambahkan bahwa sinergi antara TNI dan Dinas Pertanian adalah kunci. Menurutnya, TNI memiliki kekuatan mobilisasi dan kedekatan dengan rakyat, sementara pemerintah daerah memiliki program dan penyuluh. Jika keduanya bersatu, desa akan kuat.
TMMD ke-130 TA 2026 di Desa Aek Batu menjadi potret nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Di satu sisi, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0209/Labuhanbatu terus menggenjot sasaran fisik untuk membuka keterisolasian desa. Di sisi lain, sasaran non fisik seperti penyuluhan pertanian ini menjadi investasi jangka panjang.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan memperoleh pengetahuan yang bermanfaat untuk mendukung sektor pertanian dan memperkuat kemandirian pangan di tingkat desa. Tidak lagi sekadar menjadi penonton pembangunan, tetapi menjadi pelaku utama pembangunan itu sendiri.
Kolaborasi lintas sektor antara Kodim 0209/LB, Pemkab Labuhanbatu Selatan, dan penyuluh pertanian ini diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan. Bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk generasi mendatang di Aek Batu.
TMMD ke-130 bukan hanya tentang membangun desa, tetapi tentang membangun harapan dan kemandirian masyarakat Labuhanbatu Selatan agar lebih sejahtera dan tangguh pangan. (Lia Hambali)
Sumber : Pendim 0209/LB




















