Tanah Karo, AgaraNews.com // Fenomena judi online dan togel yang semakin mudah diakses melalui handphone membuat masyarakat Kabupaten Karo resah. Iming-iming menang besar dalam sekejap mata ternyata menjadi jebakan yang menghancurkan ekonomi keluarga, merusak keharmonisan rumah tangga, hingga mengancam masa depan generasi muda di Tanah Karo.
Pantauan di lapangan, praktik perjudian kini tidak lagi sembunyi-sembunyi di sudut gelap. Melalui grup WhatsApp, media sosial, hingga situs togel online, tawaran angka jitu dan bonus deposit menggiurkan terus berseliweran, menyasar warga dari berbagai kalangan, mulai dari petani, pedagang, hingga anak muda.
Keresahan warga Karo pun semakin memanas setelah beredar informasi dari sejumlah awak media yang menyebut adanya dugaan aktivitas judi togel online yang dikait-kaitkan dengan inisial “AK” dan “RS” siapakah kedua orang yang kian viral di Media Sosial ini,…???
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, Penting untuk dicatat : Informasi tersebut hingga saat ini masih bersifat sepihak, belum disertai bukti-bukti otentik, identitas lengkap, maupun keterangan resmi hasil verifikasi dari Aparat Penegak Hukum (APH).
Dengan demikian, penyebutan inisial tersebut sama sekali tidak bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan atau menuduh pihak tertentu bersalah telah melakukan tindak pidana perjudian. Asas praduga tak bersalah harus tetap dikedepankan.
Sejumlah warga yang ditemui mengaku berharap pihak kepolisian turun tangan melakukan penyelidikan mendalam. Jika memang ada aktivitas ilegal, mereka meminta agar ditindak tegas tanpa pandang bulu.
“Kalau memang ada, tolong dibersihkan Pak Polisi. Kasihan keluarga kami. Banyak yang sudah kecanduan, uang belanja habis, ujung-ujungnya ribut di rumah,” ujar salah seorang warga Berastagi yang enggan disebutkan namanya.
Judi online dan togel bukanlah solusi untuk mencari penghasilan tambahan. Justru sebaliknya, inilah awal dari kehancuran.
Para pelaku biasanya tergiur di awal dengan kemenangan kecil. Setelah itu, mereka akan terus dipancing untuk menambah modal dengan harapan balik modal, hingga akhirnya semua uang ludes tak bersisa.
Dampaknya sangat brutal dan nyata di tengah masyarakat Karo :
1. Ekonomi Keluarga Ludes. Uang yang seharusnya untuk membeli pupuk, biaya sekolah anak, dan kebutuhan dapur, justru hangus dibelikan dengan kupon- kupon togel tersebut.
2. Kecanduan Tingkat Tinggi. Judi online dirancang membuat pemain kecanduan. Sulit berhenti, terus bermain meski sudah kalah berulang kali.
3. Rumah Tangga di Ujung Tanduk. Kebohongan, hutang di mana-mana, hingga hilangnya kepercayaan menjadi pemicu utama perceraian.
4. Masa Depan Suram. Pelajar dan pemuda yang terpapar judi online menjadi malas belajar, tidak fokus bekerja, dan menggadaikan masa depannya.
5. Berhadapan Dengan Hukum. Sesuai Pasal 303 KUHP dan UU ITE, pelaku perjudian terancam pidana penjara dan denda yang tidak ringan.
Masyarakat Karo tidak boleh diam. Peran aktif semua pihak sangat dibutuhkan untuk memutus mata rantai gurita perjudian online ini.
Keluarga menjadi benteng pertama untuk mengawasi anak dan pasangan. Tokoh agama, tokoh adat, dan kepala desa diharapkan terus memberikan edukasi tentang bahaya laten judi. Dan yang paling penting, masyarakat diminta berani melapor jika menemukan dugaan aktivitas judi togel online di lingkungannya melalui saluran resmi Polres Tanah Karo.
Jangan percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya, dan jangan main hakim sendiri.
Judi bukan jalan pintas menuju kaya. Judi adalah jalan pintas menuju penyesalan, kemiskinan, dan kehancuran.
Sudah saatnya Karo menyatakan perang terhadap judi online dan togel demi mewujudkan Karo yang Aman, Damai, Sejahtera, dan Bermartabat tanpa perjudian.(Lia Hambali)
Sumber : Humas DPD SPMI Kabupaten Karo




















