Padangsidimpuan, AgaraNews. Com // Prajurit TNI AD dari Satuan Tempat Pembekalan Angkutan (Tepbek) I/5.B Tarutung, Bekangdam I/Bukit Barisan, Kodam I/Bukit Barisan, Pratu Nanda Supriadi Hasibuan, resmi mempersunting gadis pujaan hatinya, Riska Rahayu Harahap,A.Md.Keb., dalam sebuah prosesi pernikahan yang kental akan adat, budaya dan tradisi militer.
Rangkaian akad nikah dan resepsi digelar di kediaman keluarga mempelai wanita, dengan penuh khidmat secara agama Islam dan kedinasan TNI AD. Pratu Nanda merupakan putra pertama dari pasangan Hairun Hasibuan dan Yusna Hara Harahap, yang lahir dan besar di Desa Joring Lombang, Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu, Kota Padangsidimpuan.
Sang istri, Riska Rahayu Harahap, merupakan putri keempat dari pasangan Jaswan Harahap dan Daniah, yang dengan tulus memutuskan untuk menjadi istri seorang prajurit dan siap mendampingi suka dan duka pengabdian.
Ada yang menarik dalam pernikahan tersebut. Pratu Nanda yang merupakan abituren Tamtama PK Tahun 2020 mendapatkan penghormatan tradisi Sangkur Pora dari satuannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tradisi dilaksanakan langsung oleh rekan-rekan prajurit Tepbek I/5.B Tarutung yang dipimpin Kapten Cba Ribut, di bawah jajaran Bekangdam I/BB Kolonel Cba Tito Simanjuntak, S.H.
Sangkur Pora merupakan wujud kepedulian, kebanggaan, dan jiwa korsa satuan kepada prajuritnya yang melepas masa lajang. Keluarga dan masyarakat yang menyaksikan langsung merasa bangga dan kagum melihat tradisi militer tersebut berjalan khidmat, tertib dan lancar.
Dalam tradisi TNI AD, Sangkur Pora diperuntukkan bagi prajurit Tamtama dan Bintara, sementara untuk Perwira disebut Pedang Pora.
Usai akad nikah, rombongan mempelai bergerak menuju kediaman orang tua Pratu Nanda di Desa Joring Lombang, wilayah teritorial Kodim 0212/Tapanuli Selatan yang dipimpin Letkol Inf Dedi Harnoto, S.I.P.
Di kampung halaman, resepsi adat istiadat Suku Batak Mandailing digelar selama 3 hari berturut-turut. Suasana penuh suka cita, mulai dari acara mangupa, pemberian nasehat (pasu-pasu) dari orang tua dan hatobangon, hingga acara manortor yang diiringi musik tradisional gondang topap, ogung, sarune dan suling.
Pratu Nanda menegaskan, sebagai prajurit TNI AD ia tidak ingin melupakan akar budayanya.
“Aku dan kita semua tidak boleh melupakan adat istiadat warisan leluhur. Melalui pernikahan ini kami ingin budaya dan adat istiadat di seluruh daerah di Indonesia tetap terjaga dan dilestarikan,” ujar Pratu Nanda.
Pernikahan yang memadukan tradisi militer dan adat Mandailing ini menjadi simbol nyata semboyan Bhineka Tunggal Ika. Berbeda suku dan latar belakang, namun tetap satu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Hal ini sejalan dengan pesan dalam Al-Qur’an Surat Al-Hujurat ayat 13: “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal…”
Satuan Tepbek I/5.B Tarutung sendiri bertugas melayani dukungan logistik bagi satuan jajaran Kodam I/BB, termasuk Kodim 0210/Tapanuli Utara pimpinan Letkol Arm Kiky Hardian, S.Sos dan Yonif TP 955/Hoda Sihapas di wilayah Humbang Hasundutan.
Dengan pernikahan ini, diharapkan Pratu Nanda Supriadi Hasibuan semakin semangat dalam pengabdian kepada keluarga, satuan, bangsa dan negara.
Hal itu tentunya sangat relevan dan sesuai dengan Firman Allah Subhanahu Wata’ala dalam Alquran Surat Al Hujarat ayat 13 yang artinya : “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” Semoga kita selalu Istiqomah dalam beribadah dan selalu bertawakal Kepada Allah Subhanahu Wata’ala, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Aamin Ya Rabbal ‘Alamiin. (Lia Hambali)
Sumber : Pendim 0210/TU






















