Ketum IKAP2S Indonesia Minta Kapolri Klarifikasi Penggerebekan Ponpes di Jateng: Buktikan Visi-Misi Polri Bukan Sekadar Pencitraan

LIA HAMBALI

- Redaksi

Senin, 2 November 2026 - 13:48 WIB

5035 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, AgaraNews.com // Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Alumni Antar Pondok Pesantren dan Simpatisan (DPP IKAP2S) Indonesia, Umar Faruq, meminta Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) memberikan klarifikasi secara terbuka, transparan, dan bertanggung jawab terkait tindakan penggerebekan di lingkungan pondok pesantren di Jawa Tengah.

Menurutnya, peristiwa tersebut perlu mendapatkan penjelasan secara menyeluruh agar tidak menimbulkan keresahan dan kesalahpahaman di tengah masyarakat, khususnya kalangan pesantren.

Umar Faruq menegaskan bahwa pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan, dakwah, dan pembinaan karakter bangsa yang telah memberikan kontribusi besar terhadap perjalanan sejarah Indonesia. Oleh karena itu, setiap tindakan aparat penegak hukum di lingkungan pesantren harus dilakukan secara profesional, proporsional, serta berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penegakan hukum memang harus didukung, tetapi pelaksanaannya tidak boleh mengabaikan hak asasi manusia, kehormatan lembaga pendidikan, serta perlindungan terhadap para santri,” tegasnya.

Ia meminta Kapolri menjelaskan secara terang kepada publik mengenai dasar hukum penggerebekan, alasan tindakan kepolisian, prosedur yang digunakan, serta dugaan tindak pidana yang menjadi dasar dilakukannya tindakan tersebut. Apabila terdapat dugaan pelanggaran prosedur oleh anggota kepolisian, maka harus dilakukan pemeriksaan secara objektif dan transparan.

“Jangan sampai visi dan misi Polri yang mengedepankan pendekatan humanis, profesional, transparan, dan berkeadilan hanya berhenti pada slogan. Masyarakat membutuhkan bukti nyata, bukan sekadar pencitraan. Kapolri harus memastikan bahwa setiap anggota kepolisian menjalankan tugas berdasarkan hukum, menghormati hak masyarakat, dan tidak bertindak sewenang-wenang,” tegas Umar Faruq.

Menurutnya, kritik terhadap tindakan aparat kepolisian bukan berarti menolak penegakan hukum. Sebaliknya, kritik merupakan bagian dari kontrol sosial dalam negara demokrasi agar institusi kepolisian semakin profesional dan dipercaya masyarakat.

DPP IKAP2S Indonesia juga meminta agar perlindungan terhadap santri, khususnya anak-anak dan perempuan, menjadi perhatian serius dalam setiap tindakan kepolisian di lingkungan pondok pesantren. Jangan sampai tindakan penegakan hukum justru menimbulkan trauma, ketakutan, atau dampak psikologis terhadap para santri yang sedang menempuh pendidikan.

“Pesantren bukan tempat yang kebal hukum, tetapi juga bukan tempat yang boleh diperlakukan secara sewenang-wenang. Jika ada pelanggaran hukum, silakan diproses sesuai ketentuan. Namun, jika ada pelanggaran prosedur oleh aparat, harus ditindak tegas. Hukum harus berdiri tegak tanpa pandang bulu,” tambahnya.

Sebagai organisasi yang menghimpun keluarga alumni antar pondok pesantren dan simpatisan dari berbagai daerah, DPP IKAP2S Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga kehormatan pesantren, memperjuangkan perlindungan santri, serta mendorong tegaknya supremasi hukum.(Lia Hambali)

Reporter : Supriyadi

Berita Terkait

Sidoarjo Aspirasi Siswa Peduli Pendidikan, Kapolresta Sidoarjo Berikan Rasa Aman Pelajar dan Tanam Pohon di Sekolah
Dr Didi Sungkono.,S.H.,M.H., Pengamat Kepolisian Penetapan Tersangka dan Penahanan Ayyup Rahman Pelaku TPKS Sudah Sangat Tepat Unit PPA Satreskrim Polresta Malang Layak Di Apresiasi 
Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dan Polres Puncak Selidiki Penikaman ASN di Ilaga, Dugaan Motif Balas Dendam Didalami
Polisi Ungkap Dugaan Kekerasan terhadap Balita di Kebayoran Lama, Dua Orang Diamankan
Polisi Apresiasi Kepedulian Warga Bantu Ungkap Dugaan Kekerasan terhadap Balita di Kebayoran Lama
Polri Gelar Dialog Penguatan Internal, Perkuat Kolaborasi dengan Masyarakat Rawat Ruang Informasi Publik
Kapolres Metro Jakarta Utara Sambut Delegasi Bahrain dalam Penyerahan Zakat untuk 160 Warga Penerima Manfaat
Polres Metro Jakarta Utara Amankan Penertiban Bangunan Liar di Kampung Bahari

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 09:26 WIB

Jarak Tempuh Lebih dari Satu Jam dari Blangkejeren, Kebakaran Besar di Telege Jernih Gayo Lues Hanguskan 18 Rumah dan Satu Damkar Terangun Dilarikan ke Puskesmas

Senin, 2 November 2026 - 05:05 WIB

Warga Kampung Pepelah Hadiri Wasbang dan Bela Negara di Posko TMMD

Minggu, 1 November 2026 - 11:25 WIB

Anggota DPRK Gayo Lues Ibnu Hasyim Sampaikan Pentingnya Keterlibatan Tenaga Ahli dalam Penanganan Sungai Teripe dari Kampung Badak hingga Blangjerango

Minggu, 1 November 2026 - 06:05 WIB

Prospek Budidaya Nilam Menjanjikan, Ibrahim Dorong Peningkatan Ekonomi Masyarakat Aceh Tenggara

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Anggota DPRK Abdussalam Desak Bupati Gayo Lues Evaluasi Distanbun, Empat Juta Bibit Kopi GERETEK Terancam Jadi Program Gagal Tanpa Realisasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:19 WIB

BNPB Dinilai Gagal Total di Gayo Lues, Jembatan Gantung Desa Pasir Putus dan Warga Harus Tarik Jenazah Pakai Tali di Tengah Banjir

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Sudah Hampir Setahun Pasca Bencana BNPB Pusat Belum Bayarkan Sewa Alat Ke Pengusaha Lokal di Gayo Lues

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Tim Wasev Kunjungi Lokasi TMMD ke-130 TA 2026 Kodim 0113/Gayo Lues

Berita Terbaru