12 Barcode Solar Subsidi Dikaitkan dengan Istri Geuchik Ujong Sikuneng, Solar Diduga Mengalir ke Tambang Emas Ilegal

AGARA NEWS

- Redaksi

Selasa, 3 November 2026 - 11:15 WIB

5018 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NAGAN RAYA | Distribusi BBM bersubsidi jenis solar di wilayah Kuala, Nagan Raya, Aceh, menjadi sorotan. Sejumlah barcode BBM subsidi disebut-sebut digunakan oleh istri Geuchik Ujong Sikuneng untuk memperoleh solar bersubsidi.

Informasi yang dihimpun DetikNasional.com, sedikitnya terdapat 12 barcode yang disebut berkaitan dengan pengambilan solar subsidi tersebut.

Rinciannya, 7 barcode berasal dari SPBU Muko, sementara 5 barcode lainnya berasal dari SPBU Suak Puntong.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jumlah barcode tersebut menjadi pertanyaan publik karena kebutuhan usaha pertanian yang disebut hanya didukung sekitar dua unit mesin bajak sawah.

Solar Subsidi Diduga Mengalir ke Tambang Emas

Dugaan semakin menjadi perhatian karena solar yang diperoleh menggunakan sejumlah barcode tersebut disebut-sebut tidak seluruhnya digunakan untuk kepentingan pertanian.

Solar tersebut diduga kembali dijual kepada pihak yang melakukan aktivitas penambangan emas ilegal di wilayah Nagan Raya.

Informasi di lapangan menyebut dugaan praktik tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Sejumlah jeriken berukuran besar juga terlihat berada di lokasi dan diduga digunakan sebagai wadah penampungan BBM.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan: untuk apa solar subsidi dalam jumlah tersebut jika kebutuhan alat pertanian hanya sekitar dua unit mesin bajak sawah?

7 Barcode dari Muko, 5 dari Suak Puntong

Dari informasi yang diperoleh, penggunaan barcode tersebut disebut berasal dari dua SPBU.

– SPBU Muko: 7 barcode
– SPBU Suak Puntong: 5 barcode
– Total: 12 barcode

Data tersebut penting untuk diverifikasi karena setiap transaksi BBM subsidi seharusnya dapat ditelusuri melalui sistem pencatatan yang tersedia.

Aparat dan instansi terkait dapat mencocokkan identitas pemegang barcode, kendaraan atau alat yang digunakan, volume pengisian, frekuensi transaksi, serta waktu pengambilan BBM.

Jika benar terdapat penggunaan banyak barcode untuk memperoleh solar subsidi, publik berhak mengetahui siapa pemilik masing-masing barcode dan untuk kepentingan apa solar tersebut digunakan.

Ke Mana Solar Subsidi Itu Berakhir?

Dugaan penjualan kembali solar kepada pihak yang melakukan aktivitas pertambangan ilegal menjadi persoalan yang lebih serius.

Jika benar terjadi, maka perlu ditelusuri rantai distribusinya, mulai dari SPBU → pemegang barcode → pengangkutan → hingga pengguna akhir.

Karena itu, pemeriksaan terhadap data transaksi kedua SPBU dinilai penting untuk mengungkap apakah dugaan tersebut memiliki dasar atau tidak.

Pertanyaan publik kini mengarah pada tiga hal:

Siapa pemilik 12 barcode tersebut?

Berapa volume solar subsidi yang telah diambil menggunakan barcode tersebut?

Apakah solar tersebut benar-benar digunakan untuk kepentingan pertanian atau justru dijual kembali?

Minta SPBU dan Aparat Berikan Klarifikasi

Pengelola SPBU Muko dan SPBU Suak Puntong serta instansi terkait diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai penggunaan barcode tersebut.

Aparat penegak hukum juga diharapkan melakukan verifikasi apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan BBM subsidi, terlebih jika terdapat dugaan keterkaitan dengan aktivitas pertambangan emas ilegal.

Teropong Barat.com masih berupaya memperoleh klarifikasi dari pihak yang disebut dalam informasi tersebut, termasuk mengenai kepemilikan dan penggunaan 12 barcode.

Pihak terkait tetap memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab guna menjelaskan fakta sebenarnya.(tim inv.).

Berita Terkait

Emak-emak Desa Kuning I Minta Prabowo dan Bupati Aceh Tenggara Segera Bongkar Jembatan, Ancaman Banjir Terus Menghantui Warga
Warga dan Satgas TMMD Antusias bangun 5 Unit RTLH di Kampung Gajah
Operasi Patuh Seulawah 2026, Polisi Turun ke Jalan Bagikan Stiker Keselamatan di Kutacane
Cegah Karhutla, Polsek Lawe Sigala-gala Turun ke Masyarakat, Petani Diimbau Tak Bakar Sisa Panen
STITBA Aceh Tenggara Gelar Seminar Nasional, Jalin Kerja Sama dengan Toba Caldera UNESCO Global Geopark
Yahdi Hasan: Dana Bantuan Korban Bencana Aceh Tenggara Sudah Masuk Rekening
Kunjungan Ketua Presidium FPII Bersama Pengawas DPI Ke Lapas Cianjur,Tinjau SAE Warga Binaan Pemasyarakatan
Respon Cepat Tangani Dampak Banjir, Pemkab Karo Bersama TNI/Polri, DPRD dan Masyarakat Gotong royong Bersihkan Lau Baleng

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 23:33 WIB

Cat Pintu dan Kusen Mulai Mempercantik Rumah Edi Harahap, Sentuhan Satgas TMMD ke-130 Hadirkan Harapan Baru bagi Keluarga Sederhana

Selasa, 3 November 2026 - 23:26 WIB

Dari Rumah Sederhana Menuju Harapan Baru, Sentuhan Tulus Satgas TMMD ke-130 Kodim 0209/LB Hampir Sempurnakan Hunian Bapak Edi Harahap di Labusel

Selasa, 3 November 2026 - 23:20 WIB

Potret Haru di Ujung Negeri : Lelah Jaga NKRI Sepanjang Malam, Prajurit TNI Tertidur Beralaskan Tanah di Perbatasan Papua

Selasa, 3 November 2026 - 23:11 WIB

Jaga Kamtibmas, Babinsa Koramil 08/Tigabinanga Patroli Kolaborasi Bersama Warga

Selasa, 3 November 2026 - 23:06 WIB

Babinsa Kodim 0205/TK Kawal Pembangunan Kopdes Merah Putih di Tigabinanga, Progress Capai 100 Persen

Selasa, 3 November 2026 - 22:28 WIB

Kunjungi Lokasi TMMD, Ini Yang Dilakukan Tim Wasev Korem 072/Pamungkas

Selasa, 3 November 2026 - 22:26 WIB

Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates

Selasa, 3 November 2026 - 22:23 WIB

Gerak Cepat Kawal Hak Rakyat,..!!! Babinsa Koramil Gesi Turun Pastikan Data Perlinsos Tepat Sasaran 

Berita Terbaru